Kondisi fiskal moneter RI kuartal II 2026 tetap terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian serta eskalasi konflik global yang kian meningkat. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, stabilitas ekonomi domestik sejauh ini masih mampu meredam berbagai gelombang tekanan eksternal yang melanda pasar keuangan internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ketahanan ekonomi dalam negeri tercermin dari pertumbuhan yang solid serta sektor keuangan yang tetap stabil. "Tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi tinggi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, gejolak eksternal tersebut turut dipicu oleh kekhawatiran terhadap inflasi global serta ruang pelonggaran kebijakan moneter yang semakin menyempit di berbagai negara maju. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat juga terus memberikan sentimen negatif bagi pergerakan arus modal di negara berkembang.
Meski demikian, pemerintah bersama otoritas terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan indikator ekonomi secara berkala guna mengantisipasi risiko lanjutan. "Namun demikian, perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," imbuh Purbaya.