Film Gigot yang dirilis pada tahun 1962 merupakan salah satu karya komedi-drama Amerika paling unik yang disutradarai oleh Gene Kelly dan dibintangi oleh komedian termasyhur Jackie Gleason. Berlatar di distrik Ménilmontant, Paris pada era 1920-an, film berdurasi 105 menit ini menceritakan kehidupan seorang pria bisu bernama Gigot yang bekerja sebagai petugas kebersihan paruh waktu di gedung apartemen tempat tinggalnya.
Meskipun sering diremehkan dan menjadi korban keusilan para tetangga yang tidak berperasaan, Gigot digambarkan sebagai sosok berhati malaikat yang sangat menyayangi anak-anak serta hewan di sekitarnya. Karakter yang namanya dalam bahasa Prancis berarti paha kambing ini memiliki kebiasaan unik, yaitu rutin menghadiri prosesi pemakaman orang asing dan menangis bersama para pelayat yang berduka.
Titik balik kehidupan Gigot bermula ketika ia tanpa sengaja menemukan seorang wanita bernama Colette dan putrinya yang berusia 6 tahun bernama Nicole sedang berlindung dari hujan di sebuah pintu masuk. Didorong oleh kebaikannya, Gigot membawa mereka ke tempat tinggalnya yang sederhana di ruang bawah tanah, memberikan makanan, serta perlindungan yang sangat dibutuhkan oleh ibu dan anak tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHubungan antara Gigot dan kecil Nicole berkembang sangat manis, di mana sang komedian berusaha menghibur bocah tersebut dengan menari bersama gramofon tuanya. Namun, ujian berat datang ketika Colette menuntut kehidupan materi yang layak, memaksa Gigot melakukan tindakan nekat mencuri uang dari laci toko roti demi membelikan pakaian baru bagi mereka.
Dibalik Layar dan Kontroversi Produksi Gigot
Perjalanan kisah Gigot kemudian berubah menjadi tragedi emosional ketika ia dituduh mencuri dan dikejar oleh massa hingga terjatuh ke sungai dalam upaya menyelamatkan gramofon kesayangan Nicole. Warga lokal yang mengira dirinya telah tewas akhirnya menyesal dan mengadakan pemakaman simbolis, hingga akhirnya Gigot yang selamat secara tidak sengaja menyaksikan upacara pemakamannya sendiri.
Ide cerita film Gigot murni berasal dari gagasan kreatif Jackie Gleason sendiri, yang telah lama memimpikan proyek tersebut terwujud di layar lebar. Dalam proses pengembangannya, Gleason awalnya sangat berkeinginan agar sahabat karibnya, Orson Welles, duduk di kursi sutradara untuk mengarahkan jalannya produksi.
Kendati demikian, pihak studio menolak keterlibatan Orson Welles karena dikhawatirkan akan menghabiskan anggaran produksi yang besar, sehingga Gene Kelly dipilih sebagai kompromi alternatif. Berdasarkan catatan anggaran yang ada, film keluaran 20th Century-Fox ini diproduksi dengan biaya sebesar 1,5 juta dolar AS dan berhasil meraup pendapatan sewa sekitar 1,6 juta dolar AS.
Meskipun Gleason sangat bangga atas perannya yang membawanya masuk dalam nominasi Golden Globe untuk Aktor Terbaik kategori Drama, film ini tidak luput dari kritik tajam. Kritikus film terkemuka Bosley Crowther dari The New York Times menilai bahwa akting tanpa kata dari Gleason belum mampu menyamai kehalusan ekspresi fisik ala Charlie Chaplin.
Di sisi lain, Gene Kelly sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil akhir film karena pihak studio melakukan lebih dari 40 pemotongan adegan tanpa persetujuannya maupun Jackie Gleason. Terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, Gigot tetap dikenang sebagai sebuah fable puitis tentang kemanusiaan dan cinta kasih di tengah kerasnya dunia.
Warisan dari film Gigot sendiri terbukti bertahan hingga dekade berikutnya, termasuk adaptasi ulang ke dalam film televisi berjudul The Wool Cap pada tahun 2004 yang dibintangi oleh aktor ternama William H. Macy. Karya ini tetap menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan karier perfilman Jackie Gleason yang berani keluar dari zona nyaman.