Seorang ibu pekerja dari rumah di Vancouver membagikan pengalaman seputar keputusan mendaftarkan putrinya yang berusia 18 bulan ke tempat penitipan anak atau day care meskipun telah mendapatkan bantuan pengasuhan dari anggota keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu tersebut bertanggung jawab penuh atas pengasuhan putrinya sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga serta tugas profesional di tengah jadwal yang padat setiap hari kerja.
Meskipun sang ibu merasa sangat terbantu oleh kehadiran ibu kandung dan ibu mertuanya yang datang mengasuh cucu mereka selama 3 pagi dalam seminggu, waktu tersebut dinilai belum cukup konsisten untuk merampungkan seluruh beban kerja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeterbatasan jadwal serta agenda liburan para nenek membuat pengaturan waktu menjadi kurang terstruktur sehingga sang ibu sering kali harus membagi fokus antara mengasuh anak, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, hingga menyiapkan makan siang.
Dilema Biaya dan Tantangan Adaptasi Day Care Anak
Atas dasar kendala tersebut, keluarga ini akhirnya memilih opsi day care paruh waktu sebagai solusi logis untuk memberikan jam kerja yang lebih konsisten serta meringankan beban harian sang ibu secara signifikan.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk program part-time tersebut mencapai CAD 1.000 atau sekitar USD 713 per bulan, dengan lokasi day care yang berada di luar wilayah munisipalitas akibat daftar tunggu yang panjang di Vancouver.
Keputusan memasukkan anak ke day care tentu mendatangkan sejumlah tantangan baru, termasuk jarak tempuh perjalanan yang lebih jauh serta beban finansial tambahan yang cukup berdampak pada anggaran bulanan keluarga.
Sebelumnya, keluarga tidak mengeluarkan biaya sama sekali karena kedua nenek memberikan bantuan pengasuhan secara cuma-cuma, sehingga peralihan menuju layanan profesional ini memunculkan rasa bersalah tersendiri bagi sang ibu.
Selain masalah biaya dan jarak, tantangan lain yang harus diantisipasi adalah masa penyesuaian sang anak mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya dititipkan kepada pihak selain orang tua dan kakek-neneknya.
Keluarga juga tetap harus memikirkan solusi alternatif ketika day care tutup pada hari libur nasional atau saat sang buah hati jatuh sakit dan harus dirawat di rumah.
Kendati dihadapkan pada berbagai kekhawatiran tersebut, sang ibu meyakini bahwa langkah ini adalah keputusan terbaik untuk menyeimbangkan antara produktivitas kerja dan kualitas waktu bersama keluarga di rumah.