Keluarga kerajaan Brunei Darussalam sempat mencuri perhatian publik internasional setelah pencopotan gelar dari beberapa anggota keluarga kerajaan akibat berbagai alasan. Kebijakan tegas tersebut ternyata bukan pertama kalinya terjadi dalam sejarah kepemimpinan Sultan Hassanal Bolkiah.
Sepanjang hidupnya, Sultan Brunei tercatat pernah menikah tiga kali, dimulai dengan permaisuri Pengiran Anak Saleha, kemudian dilanjutkan dengan pernikahan bersama Mariam Abdul Aziz dan Azrinaz Mazhar Hakim. Uniknya, para istri yang berpisah melalui jalur perceraian harus rela kehilangan gelar kerajaan mereka.
Mariam Abdul Aziz dinikahi sebagai istri kedua pada tahun 1981 setelah sebelumnya bekerja sebagai seorang pramugari maskapai penerbangan. Pernikahan tersebut sempat menuai tantangan karena latar belakang Mariam sebagai orang biasa dengan darah campuran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari pernikahannya dengan Sultan Brunei, Mariam dikaruniai empat orang anak, termasuk Pangeran Abdul Mateen dan mendiang Pangeran Abdul Azim. Setelah membina rumah tangga selama 22 tahun, keduanya resmi bercerai pada Februari 2003 dan seluruh gelar keangsotaan kerajaannya dicabut.
Pernikahan Sultan Brunei dengan Azrinaz Mazhar Hakim
Sultan Brunei kemudian kembali melangsungkan pernikahan dengan seorang jurnalis televisi asal Malaysia bernama Azrinaz Mazhar Hakim pada tahun 2005. Sebelum dipinang oleh sang penguasa, Azrinaz dikenal sebagai presenter berbakat di stasiun TV3 dan meraih penghargaan jurnalis muda.
Pernikahan tertutup yang dilangsungkan pada 20 Agustus 2005 tersebut membuahkan dua orang anak, yakni Pangeran Abdul Wakeel dan Putri Ameerah Wardatul. Kehidupan pernikahan mereka berjalan selama beberapa tahun sebelum akhirnya diterpa perpisahan.
Pada 16 Juni 2010, pihak istana mengumumkan bahwa Sultan Brunei dan Azrinaz resmi bercerai karena alasan khusus yang sifatnya privat. Seiring dengan keputusan perceraian tersebut, Azrinaz juga harus kehilangan seluruh gelar kehormatan kerajaannya.
Kisah perceraian para istri Sultan Brunei ini menunjukkan betapa ketatnya aturan dan tradisi di dalam lingkungan monarki Kesultanan Brunei Darussalam dalam menjaga kehormatan keluarga kerajaan.