I'm Still Here menjadi salah satu karya mockumentary paling membingungkan yang pernah dirilis di industri Hollywood pada tahun 2010. Film yang disutradarai Casey Affleck ini mendokumentasikan masa transisi Joaquin Phoenix saat secara tiba-tiba mengumumkan pensiun dari dunia seni peran untuk beralih menjadi musisi hip hop.
Selama proses syuting berlangsung, Joaquin Phoenix secara konsisten menjaga karakternya di hadapan publik. Banyak orang mengira bahwa keputusan sang aktor memang benar-benar serius, padahal seluruh rangkaian peristiwa dalam film tersebut merupakan skenario yang dirancang secara matang bersama Casey Affleck.
Bagi Joaquin Phoenix, proyek ini lahir dari kekagumannya terhadap bagaimana masyarakat begitu mudah percaya pada klaim acara reality show yang disebut tanpa naskah. Melalui film tersebut, mereka ingin mengeksplorasi hubungan kompleks antara selebritas, media, dan konsumen di era modern.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehebohan sempat terjadi saat film ini diputar untuk calon pembeli di industri film. Banyak pihak tidak menyangka akan melihat aksi Joaquin Phoenix yang berantakan, termasuk adegan snorting cocaine, memesan call girls, hingga perilaku kasar terhadap asistennya sendiri, yang akhirnya memicu perdebatan apakah ini dokumenter serius atau sekadar lelucon.
Kontroversi di Balik Layar Produksi
Meski akhirnya terungkap sebagai sebuah lelucon besar atau prank bagi publik, I'm Still Here tetap menjadi catatan menarik tentang batasan antara kenyataan dan pertunjukan. Kritikus pun terbagi menjadi dua kubu dalam menginterpretasikan karya ini, ada yang melihatnya sebagai dokumenter nyata, ada pula yang menganggapnya sebagai bentuk seni peran radikal.
Dibalik keunikan konsep mockumentary yang diusung, produksi I'm Still Here tidak lepas dari masalah hukum yang serius. Pada tahun 2010, dua kru film mengajukan gugatan perdata terhadap sutradara Casey Affleck terkait lingkungan kerja yang tidak profesional.
Produser Amanda White mengajukan gugatan sebesar USD 2 juta dengan tuduhan pelecehan seksual dan pelanggaran kontrak. Ia mengklaim adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan di tempat kerja, serta adanya pembalasan berupa penolakan pembayaran setelah ia menolak permintaan tersebut.
Tak hanya itu, sinematografer Magdalena Górka juga menuntut Casey Affleck sebesar USD 2,25 juta. Górka menyatakan bahwa ia menjadi subjek pelecehan seksual rutin oleh kru lain di bawah pengawasan serta dorongan aktif dari sang sutradara selama proses produksi film berjalan.
Casey Affleck akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan tersebut dalam sebuah wawancara tahun 2018. Ia mengakui bahwa set film I'm Still Here merupakan lingkungan yang tidak profesional, serta menyatakan penyesalan mendalam karena telah membiarkan perilaku tersebut terjadi di sekitarnya.
Pengakuan Casey Affleck tersebut menjadi titik balik bagi sang sutradara dalam memahami culpability atau rasa bersalahnya sendiri. Ia menegaskan bahwa dirinya telah belajar banyak dari masa kelam produksi film tersebut dan berharap bisa memperbaiki sikapnya di masa depan.