It Runs in the Family merupakan film drama komedi Amerika Serikat tahun 2003 yang diarahkan oleh sutradara Fred Schepisi. Karya ini menjadi sorotan dunia perfilman lantaran berhasil menampilkan tiga generasi keluarga Douglas secara langsung, yakni aktor legendaris Kirk Douglas, putranya Michael Douglas, serta cucunya Cameron Douglas.
Bukan hanya itu, Diana Douglas yang merupakan ibu dari Michael Douglas sekaligus mantan istri Kirk Douglas, turut andil berperan sebagai istri dari karakter yang dimainkan Kirk. Proyek ini menjadi catatan bersejarah karena menandai penampilan film terakhir Diana Douglas sebelum ia pensiun dari dunia akting dan wafat pada 3 Juli 2015 di usia 92 tahun.
Cerita film ini berfokus pada dinamika keluarga Gromberg yang kaya namun disfungsional di New York City. Setiap anggota keluarga menghadapi masalah pribadinya masing-masing, mulai dari sosok Mitchell Gromberg yang berjuang pasca-stroke, hingga sang anak, Alex, yang mempertanyakan makna pekerjaannya sebagai pengacara di firma hukum milik sang ayah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePersoalan hubungan antar-generasi semakin diperumit dengan perilaku Asher, putra Alex, yang bermasalah di bangku kuliah, serta si bungsu Eli yang cerdas namun canggung secara sosial. Film ini berupaya mengeksplorasi luka lama dan upaya perdamaian di dalam keluarga melalui berbagai peristiwa emosional yang terjadi sepanjang alur cerita.
Dinamika Produksi dan Ulasan Kritis It Runs in the Family
Meski membawa daya tarik berupa "gimmick" casting keluarga, film yang dirilis oleh MGM Distribution Co. ini mendapat tantangan besar dari sisi kritik. Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini hanya meraih rating persetujuan 30 persen, dengan konsensus yang menyebutkan bahwa alur cerita film cenderung tidak memberikan dampak mendalam bagi penonton.
Walaupun performa kritiknya tergolong moderat, keterlibatan keluarga besar Douglas dalam satu layar tetap menjadi momen unik bagi sejarah Hollywood. Film dengan durasi 109 menit ini berhasil meraup pendapatan box office sebesar 8,2 juta dolar AS selama masa penayangannya.
Dalam proses produksinya, Michael Douglas yang bertindak sebagai produser memiliki peran krusial dalam pemilihan pemain. Ia mengusulkan keterlibatan ibunya, Diana Dill, serta aktor lain seperti Rory Culkin dan Bernadette Peters untuk melengkapi jajaran pemeran utama.
Sutradara Fred Schepisi mengungkapkan bahwa tim produksi sempat mempertimbangkan aktris Sigourney Weaver untuk memerankan karakter istri Michael, namun akhirnya Bernadette Peters dipilih karena dianggap memberikan keseimbangan yang pas dalam memerankan karakter tersebut.
Kritikus film ternama Roger Ebert dalam ulasannya menyampaikan pandangan bahwa film ini terasa kurang tajam dalam memberikan wawasan bagi penontonnya. Menurutnya, meskipun film ini memberanikan diri mengangkat topik-topik sensitif, naskahnya dirasa kurang berani untuk membedah permasalahan tersebut secara lebih jujur dan mendalam.
Di sisi lain, kritikus Stephen Holden dari The New York Times memberikan apresiasi berbeda dengan menyebut film ini sebagai potret yang halus dan kompleks. Holden menyoroti keberanian film dalam menolak untuk memanjakan penonton dengan karakter-karakter yang harus dicintai, sebuah pilihan berani dalam struktur drama keluarga.
Pengalaman menonton film ini memang sangat bergantung pada bagaimana penonton menyikapi dinamika keluarga nyata yang dipindahkan ke fiksi. Terlepas dari berbagai kritik yang ada, proyek ini tetap menjadi arsip berharga yang memperlihatkan kebersamaan keluarga ikonik Douglas dalam satu karya seni yang mendokumentasikan masa karier mereka.