Film American Sniper sukses mencatatkan sejarah sebagai salah satu film perang terlaris sepanjang masa sejak dirilis secara luas pada 16 Januari 2015 oleh Warner Bros. Pictures. Karya arahan sutradara Clint Eastwood ini diadaptasi dari memoar berjudul sama tulisan Chris Kyle bersama Scott McEwen dan Jim DeFelice, serta dibintangi oleh Bradley Cooper sebagai pemeran utama.
Cerita berfokus pada perjalanan Chris Kyle yang bergabung dengan U.S. Navy SEAL dan dikirim ke Perang Irak setelah tragedi serangan 11 September 2001. Selama empat penugasan di medan perang, Kyle mencatatkan 255 total pembunuhan dengan 160 di antaranya dikonfirmasi secara resmi oleh Departemen Pertahanan AS, yang membuatnya dijuluki sebagai "Legend".
Di balik kesuksesannya di medan pertempuran, penugasan militer yang dijalani Kyle memberikan dampak berat pada kehidupan pribadi dan keluarganya di rumah. Istrinya, Taya, yang diperankan oleh Sienna Miller, harus berjuang menghadapi suami yang semakin terdistorsi oleh kenangan perang serta ancaman bahaya dari musuh-musuh di Irak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKonflik semakin memuncak ketika Kyle berhadapan dengan target berbahaya termasuk seorang penembak jitu musuh asal Suriah bernama Mustafa yang mengincarnya. Setelah melalui empat tur pertempuran yang melelahkan dan penuh trauma, Kyle akhirnya memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat demi memulihkan kehidupan keluarganya.
Pencapaian Box Office dan Pengakuan Internasional
Film dengan anggaran produksi sekitar 59 juta dolar AS ini mendulang sukses besar secara finansial dengan meraup pendapatan global lebih dari 547 juta dolar AS. Selain itu, film ini juga meraih enam nominasi dalam ajang Academy Awards ke-87 dan berhasil membawa pulang satu piala untuk kategori Best Sound Editing.
Performa komersial American Sniper di kancah global mencatatkan rekor luar biasa sebagai film perang terlaris sepanjang masa yang melampaui rekor sebelumnya. Berdasarkan estimasi Deadline Hollywood, film ini menghasilkan keuntungan bersih sebesar 243 juta dolar AS dan menjadi film terlaris kedua pada tahun 2014.
Di kawasan Amerika Utara saja, film ini menduduki peringkat puncak sebagai film terlaris tahun 2014 dengan perolehan pendapatan domestik mencapai 350,2 juta dolar AS. Capaian ini menjadikannya film berrating R ketujuh yang berhasil melewati angka pendapatan global sebesar 500 juta dolar AS.
Proses produksi film ini melibatkan sinematographer Tom Stern yang menggunakan kamera digital Arri Alexa XT serta lensa anamorphic Panavision untuk menciptakan visual yang realistis. Sebagian besar proses pengambilan gambar utama dimulai pada 31 Maret 2014 di Los Angeles serta lokasi tambahan di Maroko dan California.
Meskipun menuai kesuksesan komersial yang masif, penayangan film ini juga sempat memicu perdebatan publik terkait sudut pandang penggambaran Perang Irak dan sosok Chris Kyle itu sendiri. Kendati demikian, performa akting Bradley Cooper dan arahan penyutradaraan Clint Eastwood tetap mendapat apresiasi luas dari para kritikus film dunia.
Kisah hidup Chris Kyle berakhir tragis pada 2 Februari 2013 ketika ia dibunuh oleh seorang veteran penderita gangguan stres pascatrauma di sebuah lapangan tembak. Warisan kisahnya melalui film ini terus dikenang sebagai salah satu potret paling emosional mengenai realitas psikologis para prajurit yang kembali dari medan perang.