Boeing 747 kini menjalani kehidupan kedua yang unik di berbagai penjuru dunia setelah tidak lagi digunakan secara masif oleh maskapai penerbangan komersial. Pesawat yang dikenal sebagai Queen of the Skies ini perlahan mulai tergantikan oleh pesawat bermesin ganda yang lebih efisien seperti Boeing 787 dan Airbus A350 dalam operasional harian maskapai global.
Banyak unit Boeing 747 berakhir di tempat pembuangan atau dipreteli komponennya di gurun pasir. Namun, beberapa di antaranya berhasil diselamatkan dan diubah fungsinya. Langkah ini tidak hanya melestarikan nilai sejarah pesawat tersebut, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi berada di dalam kabin ikonik tanpa harus terbang.
Di Inggris, sebuah Boeing 747 eks-British Airways disulap menjadi tempat pesta eksklusif di Cotswold Airport. CEO bandara, Suzannah Harvey, membeli pesawat tersebut seharga 1 Poundsterling atau sekitar Rp22 ribu dan merenovasinya dengan biaya mencapai 675 ribu dolar AS atau sekitar Rp10,5 miliar sebagai lokasi acara pernikahan dan ulang tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, transformasi ekstrem dilakukan di Bahrain dengan menenggelamkan satu unit Boeing 747 bekas Malaysia Airlines ke dasar laut pada 2019. Pesawat sepanjang 70 meter tersebut kini menjadi situs penyelaman buatan atau terumbu karang artifisial yang terletak 20 meter di bawah permukaan laut, menarik minat para penyelam dari lebih dari 50 negara.
Transformasi Boeing 747 Menjadi Museum dan Laboratorium
Selain dijadikan tempat hiburan, Boeing 747 juga dialihfungsikan sebagai sarana edukasi. Delta Air Lines, misalnya, mengonversi pesawat Boeing 747 mereka menjadi museum interaktif yang diberi nama 747 Experience di dekat Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport sejak tahun 2017.
Pengunjung museum ini dapat melihat langsung struktur teknis pesawat, termasuk sistem pendingin udara, kabel-kabel raksasa, hingga tangki bahan bakar yang biasanya tersembunyi. Delta menyediakan akses bagi pengunjung untuk masuk ke kokpit dan area kabin Delta One dengan tiket masuk seharga 20 dolar AS.
Di sisi lain, perusahaan teknologi kedirgantaraan GE Aerospace memanfaatkan Boeing 747 eks-Japan Airlines sebagai laboratorium terbang atau testbed. Pesawat berusia 32 tahun ini digunakan untuk menguji mesin jet terbaru, termasuk mesin GE9X yang akan menggerakkan armada Boeing 777X di masa depan.
Selama menjalankan peran barunya sebagai laboratorium, pesawat tersebut telah mencatatkan lebih dari 1.500 jam terbang uji coba. Berbasis di Victorville, California, pesawat ini terus beroperasi dengan intensitas tinggi, melakukan berbagai manuver ekstrem yang tidak dilakukan pesawat komersial biasa demi memastikan keandalan mesin.