Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Klaim Clarence Thomas Sebut Kampus...
BERITA

Klaim Clarence Thomas Sebut Kampus Elit Stanford Tertutup Konservatif

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Hakim Mahkamah Agung AS Clarence Thomas dalam sebuah diskusi publik

Hakim Mahkamah Agung AS Clarence Thomas dalam sebuah diskusi publik

Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Clarence Thomas mengklaim institusi pendidikan tinggi seperti Stanford Law School tertutup bagi kalangan konservatif. Pernyataan tersebut disampaikan Thomas dalam perbincangan bersama Peter Robinson di Hoover Institute.

"Saya belum pernah ke Stanford Law School," ujar Thomas dalam diskusi panel tersebut.

Thomas menilai para pemikir konservatif masa kini tidak disambut baik di lingkungan perguruan tinggi elit Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan realitas dunia akademik saat ini di mana beberapa tempat tertutup bagi pandangan tertentu.

Di sisi lain, juru bicara Stanford dengan tegas membantah pernyataan Thomas dan menyatakan pihak kampus justru merasa terhormat jika Thomas bersedia berkunjung. Stanford menegaskan kampus mereka terbuka bagi berbagai perspektif hukum dan peradilan.

Respons Stanford dan Catatan Kontroversi di Kampus

Pihak Stanford menjelaskan bahwa lembaga pendidikan mereka kerap menghadirkan para tokoh peradilan terkemuka melalui berbagai pusat kajian konstitusi. Mahasiswa dan fakultas menyambut baik kesempatan berdiskusi dengan berbagai figur hukum.

"Fakultas dan mahasiswa kami tentu menyambut kesempatan mendengar pandangan Justice Thomas mengenai pengadilan dan konstitusi," ungkap perwakilan resmi Stanford.

Isu mengenai iklim kebebasan berpendapat di lingkungan kampus elite sempat memicu perdebatan panas dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah insiden protes mahasiswa terhadap kehadiran pembicara konservatif kerap mencuat ke publik.

Meski demikian, pihak universitas terus berupaya menjaga keseimbangan antara hak kebebasan berekspresi mahasiswa dan aturan ketertiban acara akademik resmi di lingkungan kampus.

Topics
clarence thomas stanford law school mahkamah agung konservatif amerika serikat pendidikan kampus hukum
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.