Kode penghilang watermark Claude buatan developer Guillaume Meyer langsung viral di platform GitHub setelah diluncurkan hanya dalam kurun waktu empat jam pasca pengumuman Anthropic. Berdasarkan laporan WIRED, langkah tersebut diambil guna mematuhi regulasi ketat EU AI Act yang mewajibkan penyedia model kecerdasan buatan menyematkan penanda pada setiap teks sintetis.
Menurut keterangan Guillaume Meyer kepada media, sebagian developer menghindari sistem pelabelan tersebut karena menilai metode watermark berisiko menimbulkan salah identifikasi pada teks yang disunting ringan. Ia menambahkan bahwa proyek open-source miliknya kini telah menarik lebih dari 100 kontributor serta ribuan bookmark di berbagai platform media sosial.
Dari analisis Kabayan News, metode pembersihan yang dikembangkan melibatkan penggunaan model bahasa besar lain untuk melakukan penulisan ulang secara otomatis guna menghilangkan pola kata SynthID. Meskipun pihak Anthropic menegaskan penanda tersebut tidak menurunkan kualitas teks, para pembuat kode tetap antusias mencari celah teknis sebagai bentuk protes terhadap transparansi otomatis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAturan baru Uni Eropa yang berlaku sejak awal Agustus 2026 mengharuskan perusahaan teknologi melabeli konten buatan kecerdasan buatan atau menghadapi ancaman denda hingga 3 persen dari total omzet tahunan. Di sisi lain, para pakar industri memperkirakan persaingan antara pengembang sistem pengaman dan pembuat kode bypass akan terus berlanjut seiring peluncuran alat deteksi resmi.