Perjalanan udara komersial mengalami transformasi total setelah tragedi 9/11 yang mengubah protokol keamanan bandara di seluruh dunia secara drastis.
Sebelum peristiwa tersebut, Federal Aviation Administration mengizinkan penumpang membawa pisau kecil berukuran kurang dari 4 inci ke dalam bagasi kabin.
Pemeriksaan identitas juga tidak seketat sekarang karena penumpang dapat melewati detektor logam tanpa harus menunjukkan kartu identitas maupun tiket.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain itu, penumpang bebas membawa cairan dalam jumlah berapa pun, tidak perlu melepas sepatu, serta belum ada penggunaan pemindai seluruh tubuh.
Transformasi Keamanan Penerbangan Pasca Tragedi 9/11
Presiden George W. Bush kemudian mengesahkan Aviation and Transportation Security Act yang membentuk Transport Security Administration untuk memperketat keamanan penerbangan.
Upaya penyelundupan bahan peledak dalam sepatu pada Desember 2001 turut memicu aturan pemeriksaan alas kaki bagi para penumpang di bandara.
Otoritas di Inggris juga menggagalkan rencana pengeboman menggunakan cairan peledak pada 2006 yang berujung pada pembatasan ketat cairan di bagasi kabin.
Upaya serangan lanjutan pada 2009 mendorong TSA untuk mengintegrasikan teknologi pemindai seluruh tubuh di berbagai bandara demi keselamatan bersama.