Perbedaan antara bir ale dan lager sering kali menjadi topik menarik bagi para penikmat minuman fermentasi di seluruh dunia. Sebagian besar orang menganggap kedua jenis bir ini sangat berbeda, padahal keduanya memiliki variasi rasa yang sama-sama kaya mulai dari kadar alkohol rendah hingga tinggi.
Faktor utama yang membedakan ale dan lager ternyata sangat sederhana untuk dipahami. Proses pembuatan kedua jenis bir tersebut bersandar pada tiga elemen kunci, yaitu jenis ragi yang digunakan, suhu saat fermentasi, serta durasi waktu pembuatannya.
Ragi memegang peranan vital karena berfungsi mengubah gula dalam cairan bir mentah menjadi karbon dioksida dan etanol. Ale biasanya menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae yang menghasilkan senyawa ester dan fenol, sehingga menciptakan aroma buah atau rempah seperti pisang dan cengkih.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebaliknya, lager menggunakan ragi Saccharomyces pastorius yang menghasilkan senyawa ester dalam jumlah sangat rendah. Karakteristik ini membuat rasa ragi tidak terlalu dominan, sehingga penikmat bisa merasakan lebih banyak profil rasa dari bahan lain seperti malt dan hop.
Suhu dan Waktu Jadi Penentu Akhir Kualitas Bir
Suhu fermentasi menjadi pembeda berikutnya antara kedua jenis bir populer ini. Ale umumnya difermentasi pada kisaran suhu 10 hingga 35 derajat Celsius, sedangkan lager memerlukan suhu yang jauh lebih dingin yaitu sekitar 7 hingga 13 derajat Celsius.
Dari segi durasi waktu, ale dan lager melalui tahap fermentasi primer yang hampir sama selama 10 hingga 14 hari. Setelah tahap tersebut selesai, ale biasanya sudah siap untuk dikemas dan dipasarkan kepada para konsumen.
Sementara itu, lager harus melalui proses tambahan yang disebut lagernya yang berasal dari bahasa Jerman berarti penyimpanan. Lager akan didinginkan mendekati titik beku sekitar 0 derajat Celsius selama beberapa minggu hingga bulan.
Proses pendinginan jangka panjang ini bertujuan untuk menjernihkan bir sekaligus menyempurnakan karakteristik rasanya sebelum dikemas. Dengan memahami tiga faktor tersebut, penikmat bir dapat lebih terbuka mengeksplorasi berbagai varian rasa.