Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kucing Liar Tsushima Berekor Pendek,...
BERITA

Kucing Liar Tsushima Berekor Pendek, Mutasi Genetik Misterius

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 14 September 2026
Kucing hutan Tsushima berekor pendek ditemukan di pulau Jepang

Kucing hutan Tsushima berekor pendek ditemukan di pulau Jepang

Populasi kucing hutan Tsushima atau Prionailurus bengalensis euptilurus di pulau terpencil Jepang kini hanya menyisakan sekitar 100 individu dan berstatus terancam punah. Baru-baru ini, para peneliti mendapati kemunculan ciri fisik baru yang tidak biasa berupa ekor yang jauh lebih pendek dari ukuran rata-rata normal.

Dalam pengamatan lapangan yang dilakukan pada periode 2024 hingga 2025, tim peneliti mendokumentasikan tiga ekor kucing hutan dengan panjang ekor sekitar setengah dari ukuran normal. Fenomena fisik serupa belum pernah tercatat sebelumnya pada populasi kucing liar tersebut maupun kelompok sejenis di wilayah lain.

"Kemunculan kelainan ekor pada beberapa individu membuat penyebab eksternal seperti cedera traumatik kecil kemungkinannya, sehingga mengarah pada dugaan adanya faktor genetik atau perkembangan yang dibagikan bersama," tulis para peneliti dalam studi terbaru mereka.

Kekhawatiran utama sempat muncul karena ciri fisik ekor pendek sangat identik dengan kucing domestik Felis catus yang juga hidup di wilayah Tsushima. Para ahli menduga perubahan morfologi tersebut merupakan akibat dari adanya proses perkawinan silang antara kucing hutan dan kucing domestik.

Hasil Analisis Genetik Singkirkan Dugaan Kawin Silang

Tim peneliti dari berbagai lembaga di Jepang lantas melakukan pemeriksaan genom secara menyeluruh untuk memastikan silsilah keluarga kucing berekor pendek tersebut. Sampel DNA dari satu kucing hutan berekor pendek dibandingkan dengan lima kucing domestik lokal, 15 kucing hutan Tsushima normal, serta 4 kucing dari Asia kontinental.

"Fenomena fisik yang tidak biasa dapat langsung memicu kekhawatiran tentang hibridisasi, tetapi kami ingin menentukan secara objektif apa yang sebenarnya dikatakan oleh genom sebelum menarik kesimpulan," ujar Yuki Matsumoto selaku pakar genetika hewan dari Universitas Azabu.

Hasil analisis genom menunjukkan tidak ada tanda-tanda perkawinan silang baru antara kucing hutan dengan kucing domestik pada sampel yang diperiksa. Profil genetik kucing berekor pendek tersebut sepenuhnya berada dalam kisaran populasi kucing hutan murni tanpa indikasi hibrida.

Kendati demikian, para ilmuwan belum dapat memastikan penyebab pasti kemunculan sifat fisik tersebut karena faktor perkawinan sedarah juga tidak menunjukkan angka yang lebih tinggi. Penelitian lanjutan dengan cakupan sampel lebih luas masih terus diperlukan guna melindungi kelangsungan hidup satwa langka ini.

Topics
tsushima kucing hutan jepang genetik konservasi hewan langka penelitian biologi
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.