Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kunci Kebahagiaan Hidup Menurut...
BERITA

Kunci Kebahagiaan Hidup Menurut Psikolog Cara Mengatasi Neurotisisme

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Ilustrasi psikologi tentang tingkat neurotisisme dan kebahagiaan hidup

Ilustrasi psikologi tentang tingkat neurotisisme dan kebahagiaan hidup

Banyak orang sering kali mengandalkan faktor eksternal seperti memenangi lotre, membeli rumah impian, atau mencari peruntungan di aplikasi kencan demi menemukan kebahagiaan. Padahal, riset dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa aspek internal memiliki peran yang jauh lebih besar terhadap tingkat kepuasan hidup seseorang.

Meskipun terdengar klise, temuan ini didasarkan pada studi terkontrol secara ketat mengenai bagaimana ciri kepribadian memengaruhi kesejahteraan seseorang. Dari lima besar model kepribadian terkenal, terdapat satu sifat krusial yang paling menentukan kebahagiaan seseorang, yaitu neurotisisme.

Kabar baiknya adalah karena kebahagiaan sangat bergantung pada tingkat neurotisisme internal, setiap individu memiliki peluang besar untuk menciptakan kebahagiaan jangka panjang dengan cara menekan sifat tersebut. Sifat ini berada dalam sebuah spektrum yang dapat diukur dari seberapa sering seseorang mengalami emosi sulit seperti rasa bersalah atau kemarahan.

Seseorang yang sangat sensitif terhadap kritik dan mudah merasa cemas dikategorikan memiliki neurotisisme tinggi, sementara individu yang cepat bangkit dari masa sulit memiliki stabilitas emosional yang baik. Meskipun tingkat neurotisisme tertentu diperlukan untuk mendeteksi ancaman, kadar yang berlebihan justru dapat merusak kebahagiaan hidup.

Dampak Signifikan Neurotisisme Terhadap Kepuasan Hidup

Sebuah studi tahun 2013 yang dipimpin oleh Dr. Christopher Boyce dari University of Manchester menganalisis kepribadian serta tingkat kepuasan hidup ribuan partisipan selama periode empat tahun. Hasilnya mengungkapkan bahwa fluktuasi kepribadian sangat krusial bagi kebahagiaan, di mana perubahan pada neurotisisme memegang peranan paling penting dibandingkan faktor lainnya.

Para peneliti bahkan mengonversikan dampaknya ke dalam bentuk nilai finansial, di mana penurunan skor neurotisisme memberikan efek positif pada kepuasan hidup yang setara dengan kenaikan gaji tahunan sebesar $314.000. Angka fantastis ini menunjukkan betapa besar pengaruh sifat tersebut dalam merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Profesor Wiebke Bleidorn dari University of Zurich menjelaskan bahwa tingkat neurotisisme yang lebih tinggi berkaitan erat dengan risiko merokok, masalah alkohol, gangguan kesehatan mental, serta kegagalan dalam bidang pekerjaan maupun hubungan asmara. Biaya sosial yang ditimbulkan akibat masalah ini juga tergolong sangat besar di masyarakat.

Penelitian lanjutan pada tahun 2023 oleh para ilmuwan di Tilburg University terhadap ribuan partisipan dari berbagai kelompok usia kembali mengonfirmasi temuan serupa. Peningkatan atau penurunan tingkat neurotisisme seseorang terbukti secara konsisten memengaruhi tingkat kebahagiaan mereka secara keseluruhan.

Mengenali Tanda Perilaku dan Cara Mengelolanya

Dr. Gabriel Olaru menjelaskan bahwa neurotisisme memengaruhi kebahagiaan melalui dua jalur utama, yakni jalur disposisional yang berkaitan dengan cara pandang terhadap dunia serta jalur instrumental yang menyangkut perilaku dan interaksi sosial. Dengan mengurangi sifat ini, seseorang dapat mengevaluasi hidupnya dengan sudut pandang yang lebih positif.

Tanda-tanda perilaku seseorang yang memiliki kecenderungan neurotisisme tinggi terkadang dapat diamati dari kebiasaan sehari-hari, seperti sering mengemudi dengan kecepatan tinggi akibat tidak sabar, menyukai makanan tidak sehat sebagai pelampiasan, atau mudah frustrasi di media sosial. Di sisi lain, mereka juga cenderung lebih sensitif terhadap potensi penolakan.

Dr. Manon van Scheppingen menambahkan bahwa orang dengan neurotisisme tinggi kerap merasa sulit melepaskan interaksi negatif atau konflik yang terjadi dengan rekan maupun pasangan mereka. Kecemasan yang berlebihan ini pada akhirnya dapat menghambat seseorang untuk melangkah keluar dari zona nyaman dalam karier maupun kehidupan pribadi.

Pakar psikologi klinis Dr. Shannon Sauer-Zavala dari University of Kentucky menyatakan bahwa perasaan sedih dapat menguras motivasi, sementara rasa bersalah membuat seseorang terjebak dalam analisis keputusan masa lalu. Temuan penelitian yang menghubungkan sifat neurotisisme dengan kebahagiaan ini memberikan harapan besar melalui berkembangnya berbagai program intervensi terapeutik.

Topics
kesehatan mental psikologi kebahagiaan kepribadian emosi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.