Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi kepada sejumlah kelompok tani di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah mengetahui hasil garapan mereka disalurkan sebagai bahan baku program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam kunjungan kerjanya pada Senin, Wapres Gibran menyempatkan diri untuk menemui Komunitas Petani Millenial yang terdiri dari Kelompok Tani Pemuda Sulamanda serta Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih di Agroeduwisata GMIT Tarus.
"Tadi saya lihat hasil panen sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk offtaker-nya sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga," ujar Wapres Gibran saat berdialog dengan para petani.
Mendengar adanya kendala di lapangan, Gibran lantas meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membantu mencarikan solusi terbaik agar kuantitas dan kualitas hasil panen para petani tetap terjaga dengan baik.
"Jadi nanti PR kita, Pak Gubernur, ya, kita akan tambah alat-alatnya sesuai kebutuhan," kata Gibran di hadapan para petani yang hadir.
Salah satu perwakilan petani, Nathalie Marlinche, sempat mengeluhkan beberapa kendala utama seperti masalah ketersediaan air yang masih harus dipikul serta penggunaan alat pengolahan lahan yang masih manual menggunakan cangkul.
Menanggapi keluhan tersebut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan seluruh rantai produksi pertanian dari hulu ke hilir dengan memanfaatkan teknologi modern guna menghindari tenaga kerja yang terbuang sia-sia.
"Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Jadi masalah air, masalah benih, bibit, masalah pupuk dan juga yang paling penting peralatan modernnya. Jadi kita nggak bisa lagi pakai tenaga, alat-alat manual, nanti kerja keras kita terbuang," tegasnya.
Gibran juga mengingatkan bahwa fokus utama Presiden saat ini adalah mencapai swasembada pangan dan energi, sehingga produksi sektor pertanian nasional harus digenjot secara maksimal.