Sepak bola Italia kembali diguncang ketidakpastian menyusul mundurnya Paolo Maldini dan Leonardo dari jabatan penting di Club Italia. Situasi ini terjadi hanya berselang 16 hari setelah Maldini diumumkan sebagai direktur teknik untuk memberikan otonomi yang lebih besar kepada Gli Azzurri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Krisis kepengurusan ini bermula ketika negosiasi dengan sejumlah pelatih top dunia menemui jalan buntu. Setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran tersebut, FIGC sempat membidik Andrea Pirlo sebelum akhirnya batal akibat kendala kontrak kerja sama sang pelatih dengan perusahaan perjudian asal Rusia, Fonbet.
Kegagalan tersebut memicu pengunduran diri Maldini dan Leonardo kepada Presiden FIGC Giovanni Malago. Menanggapi kemelut ini, mantan kandidat Presiden FIGC Giancarlo Abete melontarkan kritik pedas terkait arah kebijakan federasi yang dinilai tidak terencana dengan baik.
"Jika presiden memilih pelatih terlebih dahulu sebelum direktur teknik, maka itu bertentangan dengan proyek yang ia presentasikan sebelumnya," ujar Abete kepada para awak media usai menghadiri rapat penting.
Abete menambahkan bahwa penunjukan direktur teknik seharusnya menjadi prioritas utama untuk mengembalikan otoritas teknis kepada sosok yang tepat. Dengan kembali ke cara-cara lama, ia menilai tidak ada perubahan berarti dalam tubuh federasi sepak bola Italia.