Sebagaimana diwartakan oleh media UOL dalam ajang Universa Talks, isu seputar menopausa dinilai masih menjadi hal tabu yang kerap disalahartikan oleh banyak perempuan di tengah masyarakat.
Dalam panel diskusi bertajuk "Tá na hora de levar a menopausa a sério", Valéria Campos selaku perwakilan dari Avon mengungkapkan bahwa minimnya informasi membuat banyak perempuan terlambat mengenali gejala awal perubahan tubuh mereka.
Menurut Valéria, berbagai tanda fisik yang muncul pada masa perimenopausa sering kali dianggap keliru sebagai dampak dari stres berkepanjangan atau proses penuaan dini biasa. "Hari ini orang-orang melalui perimenopausa sering kali tanpa tahu, mengira gejala ini terikat pada stres atau penuaan dini dan padahal bukan," ujarnya dalam acara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendala serupa juga kerap ditemukan dalam fasilitas layanan kesehatan primer di mana tenaga medis terkadang kesulitan mendiagnosis gejala tersebut dengan tepat karena keterbatasan informasi dari pasien.
Menanggapi persoalan tersebut, Luciana Vasques mengumumkan bahwa pihak Avon akan segera menjalankan sebuah studi komprehensif yang melibatkan lebih dari 1.500 perempuan di berbagai ibu kota negara.
Dikutip dari laporan UOL, riset yang dirancang berdurasi dua tahun ini bertujuan menghimpun data klinis sekaligus pengakuan langsung dari para partisipan mengenai keluhan yang mereka rasakan.
Melalui inisiatif ini, perusahaan menegaskan komitmennya bertransformasi menjadi femtech yang fokus mendampingi isu kesehatan perempuan secara menyeluruh melampaui batas produk kecantikan konvensional.