Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Barat digeruduk oleh massa aksi dari Gerakan Masyarakat Muda Sumbar Menggugat pada Kamis, 27 Agustus 2026. Berdasarkan laporan media Sumbarkita, aksi tersebut digelar untuk menyoroti berbagai dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah sekaligus menuntut pencopotan Kepala Dinas Pendidikan.
Massa tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dengan mengendarai mobil komando dan sepeda motor untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka. Dalam orasinya, orator aksi bernama Fadly menyatakan bahwa kedatangan mereka ke kantor instansi tersebut merupakan yang ketiga kalinya akibat belum adanya tindak lanjut yang konkret dari pihak berwenang.
Menurut Fadly, tuntutan utama yang disuarakan massa adalah mendesak Gubernur Sumatera Barat untuk segera mencopot Kepala Disdik Sumbar, Habibul Fuadi. Pihak pendemo menduga bahwa sang kepala dinas terlibat atau membiarkan praktik pungutan yang merugikan para siswa dan orang tua murid.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain pencopotan pejabat terkait, massa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Padang yang diduga menarik pungutan berkedok sumbangan sukarela atau sumbangan komite. Mereka menuntut transparansi penuh terkait mekanisme penghimpunan, dasar hukum, alokasi dana, hingga laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut.
Para pengunjuk rasa menegaskan agar instansi pendidikan dapat membuka rincian rekening tujuan, mekanisme penyetoran dana ke Badan Layanan Umum Daerah, serta realisasi penggunaannya secara transparan kepada publik demi menegakkan keadilan bagi dunia pendidikan di Sumatera Barat.