Bahasa Mon merupakan salah satu bahasa dari rumpun Austroasiatik yang dituturkan oleh masyarakat Mon di kawasan Myanmar dan Thailand. Berdasarkan Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan, bahasa ini diklasifikasikan sebagai bahasa rentan dengan jumlah penutur saat ini diperkirakan lebih dari satu juta orang.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari analisis awak media, eksistensi bahasa ini mengalami tekanan berat dalam beberapa dekade terakhir akibat pergeseran budaya. Banyak dari etnis Mon kini beralih menjadi penutur tunggal bahasa Burma, sementara generasi mudanya semakin jarang menggunakan bahasa ibu mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam catatan sejarah Burma, bahasa Mon memegang peranan yang sangat vital hingga abad ke-12 sebagai bahasa perantara di lembah Irrawaddy. Bahkan setelah kejatuhan Kerajaan Mon Thaton pada tahun 1057, Raja Pagan Kyansittha sangat mengagumi kebudayaan Mon dan melindungi penggunaan bahasa serta aksara tersebut dalam pemerintahan.
Dari analisis data linguistik dan sejarah, transisi penggunaan bahasa di kawasan tersebut perlahan bergeser setelah wafatnya Raja Kyansittha. Bahasa Burma mulai mendominasi dan menggantikan posisi bahasa Mon sebagai bahasa perantara utama di wilayah hulu maupun hilir sungai.
Kendati menghadapi tantangan kepunahan yang nyata di era modern, jejak sejarah bahasa Mon masih terekam kuat melalui berbagai prasasti kuno seperti Prasasti Myazedi. Upaya pelestarian kini menjadi pekerjaan rumah yang mendesak agar warisan budaya bernilai tinggi ini tidak hilang ditelan zaman.