Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mengenal Burung Kiwi, Ikon Selandia...
BERITA

Mengenal Burung Kiwi, Ikon Selandia Baru yang Tak Bisa Terbang

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 7 Agustus 2026
Burung kiwi ikon fauna endemik Selandia Baru

Burung kiwi ikon fauna endemik Selandia Baru

Burung kiwi merupakan fauna endemik Selandia Baru yang menjadi ikon negara tersebut. Kiwi adalah burung tidak bisa terbang dari ordo Apterygiformes dengan lima spesies masih ada hingga saat ini. Ukuran kiwi sekitar sebesar ayam domestik dan termasuk dalam kelompok ratite terkecil, bersama dengan burung unta, emu, rhea, kasuari, serta moa dan burung gajah yang telah punah.

Studi DNA terbaru mengungkapkan burung kiwi memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dengan burung gajah asal Madagaskar dibandingkan dengan moa yang berbagi habitat di Selandia Baru. Dari lima spesies kiwi yang diketahui, empat di antaranya berstatus rentan dan satu spesies mendekati terancam punah. Deforestasi historis telah mempengaruhi populasi kiwi, namun habitat mereka kini dilindungi di cagar hutan dan taman nasional.

Ciri khas burung kiwi adalah sayap vestigial yang sangat kecil hingga tak terlihat di balik bulu kasar seperti rambut. Telur kiwi termasuk salah satu yang terbesar proporsional terhadap ukuran tubuh, mencapai 20 persen dari berat betina. Adaptasi unik lain termasuk kaki pendek dan kokoh serta lubang hidung di ujung paruh panjang untuk mendeteksi mangsa sebelum melihatnya. Kemampuan ini membuat kiwi dikenal luas di dunia internasional.

Burung kiwi memiliki kebiasaan nokturnal yang diperkirakan akibat gangguan predator termasuk manusia. Di kawasan Selandia Baru yang bebas predator introduksi, kiwi sering terlihat pada siang hari. Kiwi lebih menyukai hutan podocarp dan beech subtropis serta sedang, namun terpaksa beradaptasi dengan semak sub-alpin, padang rumput tussock, dan pegunungan. Indra penciuman kiwi sangat berkembang dan menjadi satu-satunya burung dengan lubang hidung di ujung paruh panjang.

Habitat dan Konservasi Burung Kiwi di Selandia Baru

Selandia baru

Kiwi memakan invertebrata kecil, biji-bijian, belatung, dan berbagai jenis cacing. Mereka juga memakan buah, udang karang kecil, belut, dan amfibi. Lubang hidung di ujung paruh panjang memungkinkan kiwi menemukan serangga dan cacing di bawah tanah tanpa melihat atau merasakannya secara langsung. Kemampuan ini didukung oleh rongga olfaktori yang sangat berkembang di dalam otak kiwi.

Hubungan kiwi dengan masyarakat Selandia Baru sangat erat hingga istilah Kiwi digunakan secara internasional sebagai demonim untuk menyebut warga Selandia Baru. Nama kiwi sendiri berasal dari kata Māori yang diperkirakan meniru suara panggilan burung ini. Pelestarian kiwi menjadi prioritas konservasi di Selandia Baru mengingat statusnya sebagai simbol nasional dan warisan alam yang tak ternilai.

Sebelum kedatangan manusia pada abad ke-13, mamalia endemik Selandia Baru hanya tiga spesies kelelawar. Relung ekologi yang biasanya diisi kuda, serigala, dan tikus di belahan dunia lain diisi oleh burung termasuk kiwi. Kebiasaan nokturnal kiwi mungkin akibat gangguan predator termasuk manusia, namun di kawasan suaka tanpa predator introduksi, kiwi kerap terlihat di siang hari.

Kiwi termasuk burung monogami yang cenderung hidup sepasang seumur hidup. Musim kawin berlangsung Juni hingga Maret, pasangan saling memanggil di malam hari dan bertemu di liang sarang setiap tiga hari. Hubungan ini bisa berlangsung hingga 20 tahun. Kiwi juga unik karena memiliki sepasang ovarium yang berfungsi, berbeda dengan kebanyakan burung yang hanya ovarium kiri yang berfungsi.

Topics
burung kiwi selandia baru ikon nasional fauna endemik burung tak bisa terbang apteryx ratite konservasi satwa liar habitat
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.