Kurs USD to INR pada paruh kedua tahun 2026 diprediksi bakal tertahan di kisaran level 96 menyusul langkah intervensi efektif dari Reserve Bank of India bersamaan masuknya aliran modal asing. Berdasarkan laporan Crédit Agricole, mata uang Rupee India berhasil memangkas sebagian kerugian bulan Juli setelah harga minyak dunia melandai dan tekanan eksternal mereda.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupee India berada di sekitar level 95.23 pada Jumat, turun signifikan dari level tertinggi bulan Juli melampaui 96.90. Penurunan ini didorong melemahnya harga energi global yang memberikan ruang bernapas bagi perekonomian domestik India.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKebijakan moneter Reserve Bank of India mempertahankan suku bunga repo di angka 5.25 persen mencerminkan sikap sabar otoritas moneter demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, bank sentral tetap mempertahankan fleksibilitas tinggi guna merespons potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan biaya energi global di masa mendatang.
Dari analisis awak media, strategi pertahanan nilai tukar Rupee tidak hanya bertumpu pada suku bunga acuan semata. Intervensi langsung di pasar valuta asing, peningkatan aliran dana asing di pasar obligasi, serta berbagai instrumen penarikan devisa terbukti ampuh menjaga stabilitas mata uang tanpa harus terburu-buru mengetatkan kebijakan.
Pandangan para pelaku pasar keuangan menunjukkan variasi proyeksi untuk paruh kedua tahun 2026. Sejumlah lembaga keuangan memperkirakan nilai tukar dapat menguat menuju level mid-94, sementara Crédit Agricole mematok target konsisten di angka 96.00 untuk kuartal ketiga dan kuartal keempat.