Epistle merupakan surat formal yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu, biasanya bersifat didaktik dan elegan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani kuno epistolē yang berarti surat, dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu dalam berbagai peradaban.
Peradaban Mesir kuno menjadi salah satu pelopor penggunaan epistle dalam kurikulum pendidikan menulis. Pada masa Kerajaan Pertengahan, formula standar penulisan surat sudah terbentuk dan terus berkembang hingga periode Ramesside, bahkan surat juga ditulis untuk orang mati dan para dewa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam tradisi Yunani dan Romawi, epistle berkembang menjadi genre sastra yang penting. Cicero meninggalkan banyak surat yang menjadi sumber sejarah Romawi, sementara Ovid menulis kumpulan surat dalam puisi. Surat-surat Seneca juga mempengaruhi para penulis gereja perdana.
Dalam Perjanjian Baru, surat-surat para rasul kepada jemaat awal dikenal sebagai epistle. Surat-surat Paulus menjadi yang paling terkenal dan merupakan dokumen Kristen tertua yang memberikan wawasan tentang keyakinan dan kontroversi gereja perdana.
Jenis-Jenis Epistle dalam Perjanjian Baru dan Liturgi Gereja
Dalam liturgi gereja, epistle merujuk pada bagian bacaan dari surat-surat Perjanjian Baru yang dibacakan pada saat ibadah. Tradisi ini masih berlangsung hingga kini dalam berbagai ritus gereja, baik Katolik, Anglikan, maupun Ortodoks.
Epistle dalam Perjanjian Baru terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu surat-surat Paulus dan surat-surat umum. Surat-surat Paulus berjumlah tiga belas kitab yang diatributkan kepada Rasul Paulus, meskipun beberapa di antaranya masih diperdebatkan keasliannya.
Surat-surat umum atau katolik berjumlah tujuh kitab, termasuk Yakobus, 1 dan 2 Petrus, 1, 2, dan 3 Yohanes, serta Yudas. Kitab-kitab ini disebut umum karena ditujukan kepada jemaat secara luas, bukan kepada gereja atau individu tertentu.
Dalam liturgi Gereja Katolik dan Anglikan, bacaan epistle dibacakan setelah doa kolekta dan sebelum bacaan Injil. Pada Misa Solemnis, epistle dinyanyikan oleh subdiakon dengan nada khusus yang disebut tonus epistolae.