Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mengenal Libretto, Naskah di Balik...
BERITA

Mengenal Libretto, Naskah di Balik Opera dan Musikal

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 7 Agustus 2026
Ilustrasi naskah libretto opera klasik di atas meja kayu

Ilustrasi naskah libretto opera klasik di atas meja kayu

Libretto adalah naskah teks yang digunakan dalam karya musik berskala besar seperti opera, opereta, oratorio, kantata, hingga musikal. Kata libretto berasal dari bahasa Italia yang berarti "buku kecil", menjadi diminutif dari kata libro atau buku. Dalam perkembangannya, istilah ini juga dipakai untuk menyebut alur cerita balet atau teks karya liturgi seperti misa dan requiem.

Perbedaan mendasar antara libretto dan sinopsis terletak pada kelengkapannya. Libretto memuat seluruh kata-kata dan arahan panggung secara utuh, sementara sinopsis hanya merangkum alur cerita. Pada abad ke-19, buku libretto setebal 15 hingga 40 halaman bahkan dijual kepada penonton balet di Paris sebagai panduan detail cerita babak demi babak.

Sejak kemunculannya sekitar tahun 1600, libretto opera ditulis dalam bentuk puisi dan tradisi ini bertahan hingga abad ke-19. Namun seiring waktu, beberapa komposer mulai menulis musik untuk libretto berbentuk prosa atau puisi bebas. Contohnya George Gershwin dalam opera Porgy and Bess yang menggunakan prosa dari drama Porgy untuk resitatif, sementara lirik aria tetap ditulis dalam bentuk puisi.

Dalam musikal modern, libretto mencakup dua elemen sekaligus yaitu buku yang berisi dialog lisan dan lirik lagu. Perbedaan dengan opera terletak pada penggunaan prosa untuk dialog dan puisi untuk lirik lagu. Bahkan banyak musikal yang mengadaptasi langsung dialog dari karya sastra sebelumnya, seperti My Fair Lady yang mengambil sebagian besar dialog dari Pygmalion karya George Bernard Shaw.

Penulis Libretto Ternama dan Kolaborasi dengan Komposer

Meski sering kali berada di belakang layar, libretto memiliki peran krusial dalam kesuksesan sebuah pertunjukan. Naskah ini menjadi fondasi di mana komposer membangun melodi dan harmoni. Tanpa libretto yang kuat, karya musik besar seperti opera Mozart atau Verdi mungkin tak akan mencapai kejayaannya seperti sekarang.

Sepanjang sejarah, penulis libretto atau librettist sering kali merupakan tokoh terpisah dari komposer. Pada abad ke-17 dan 18, libretto umumnya ditulis oleh penyair terkenal. Pietro Trapassi yang lebih dikenal sebagai Metastasio menjadi salah satu librettist paling dihormati di Eropa, dengan naskahnya yang disetel oleh puluhan komposer berbeda.

Lorenzo Da Ponte mencatatkan namanya sebagai librettist legendaris melalui kolaborasi dengan Wolfgang Amadeus Mozart. Ia menulis libretto untuk tiga opera terbesar Mozart, termasuk Don Giovanni dan Così fan tutte. Di sisi lain, Eugène Scribe mendominasi abad ke-19 dengan karya untuk Meyerbeer, Auber, Rossini, hingga Verdi.

Beberapa komposer memilih menulis libretto sendiri, dan Richard Wagner menjadi contoh paling terkenal. Wagner mengadaptasi legenda Jermanik menjadi libretto epik untuk opera-operanya. Hector Berlioz juga menulis sendiri libretto untuk La damnation de Faust dan Les Troyens, sementara Alban Berg mengadaptasi drama Georg Büchner menjadi libretto Wozzeck.

Topics
libretto opera musikal librettist naskah metastasio lorenzo da ponte richard wagner seni pertunjukan musik klasik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.