Komentar Jamie Oliver ingin larang permen karet memicu perbandingan luas dengan kebijakan ketat di Singapura yang dikenal bersih dari sampah sisa makanan tersebut.
Berdasarkan laporan media Inggris The Telegraph, koki selebritas berusia 51 tahun itu mengungkapkan keinginannya dalam sebuah klip wawancara yang dirilis pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam wawancara tersebut, koki ternama ini menyatakan kekesalannya saat melihat trotoar jalanan yang kotor dan rusak akibat bekas permen karet yang menumpuk.
"Saya berjalan di jalan beberapa hari lalu dan seluruh jalan rusak oleh tambalan permen karet. Jadi saya akan melarang permen karet kecuali Anda bisa membersihkannya dengan penyemprot air," ujar Jamie Oliver.
Pernyataan spontan tersebut seketika dibanjiri komentar dari warganet dan pesohor dunia maya yang langsung mengaitkannya dengan kebijakan pelarangan impor serta penjualan permen karet di Singapura.
Aktor Tom Rooke turut memberikan pujian terhadap kebijakan negara pulau tersebut dengan menuliskan bahwa aturan itu membuat jalanan bersih dan higienis.
"Singapura melarang permen karet, itu luar biasa. Anda bahkan bisa makan malam langsung dari trotoar jalan," tulis Tom Rooke dalam kolom komentar.
Sejumlah warga lokal turut mengenang masa lalu ketika sisa permen karet kerap ditemukan menempel di berbagai fasilitas publik seperti kursi bus umum hingga tombol lift.