Fenomena postpartum uglies kini tengah menjadi sorotan di berbagai platform media sosial setelah banyak ibu baru mulai terbuka mengenai perjuangan mereka dalam menghadapi perubahan fisik setelah melahirkan. Istilah tersebut merangkum perasaan asing saat seseorang melihat cermin dan merasa kehilangan kilau atau bentuk tubuh aslinya usai melewati proses kehamilan.
"You kind of lose yourself and don't recognize yourself in the mirror," ujar Kat Pond, seorang kreator konten berusia 31 tahun asal California yang telah melewati tiga kali kehamilan, menggambarkan betapa melelahkannya fase transisi tersebut.
Banyak wanita yang mengira pemulihan pascamelahirkan akan berjalan cepat dan mudah seperti kehamilan sebelumnya, namun realitas yang dihadapi sering kali berbeda. Perubahan hormon, kulit kering, rambut rontok, hingga berat badan yang sulit turun menciptakan beban psikologis tersendiri bagi para ibu baru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMedia sosial kemudian menjadi wadah bagi para perempuan untuk saling berbagi cerita dan menyadari bahwa pengalaman tersebut dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Unggahan dengan tanda pagar terkait fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan emosional bagi para ibu yang berjuang memulihkan rasa percaya diri mereka.
Waktu Pemulihan Fisik dan Mental Ibu
Pakar kebugaran dan ahli dasar panggul, Rachel Nicks, menjelaskan bahwa proses pemulihan fisik dan emosional setelah melahirkan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan umum. Sebagian besar wanita setidaknya memerlukan waktu 6 hingga 9 bulan agar tubuh mereka dapat pulih secara optimal setelah melewati pengalaman transformatif tersebut.
"If you experienced an uncomplicated birth, I still believe most women need at least six to nine months to physically recover, and emotional recovery can take even longer," ungkap Nicks yang juga bertindak sebagai tenaga ahli untuk merek perawatan kewanitaan Honeypot.
Tekanan sosial untuk segera kembali ke bentuk tubuh semula atau sering disebut dengan istilah snap back kerap memperparah beban mental para ibu baru. Padahal, tubuh baru saja menyelesaikan kerja luar biasa dalam menciptakan kehidupan sehingga membutuhkan kesabaran alih-alih tindakan instan yang berisiko bagi kesehatan.
Para ahli kesehatan dan dokter spesialis mengingatkan agar para ibu tidak terburu-buru mengambil tindakan medis yang agresif seperti penggunaan obat penurun berat badan atau operasi plastik tanpa pertimbangan matang. Memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beradaptasi dengan identitas baru sebagai seorang ibu adalah kunci utama dalam melewati fase pascamelahirkan.