Cody Gakpo menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas 2026 setelah diminati oleh klub rival Liga Inggris, Tottenham Hotspur. Penyerang Liverpool berusia 27 tahun tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk kembali bersinar di bawah arahan pelatih Roberto De Zerbi.
Ketertarikan klub asal London Utara itu didasari keyakinan bahwa Gakpo masih memiliki kualitas mumpuni seperti saat membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris pada musim 2024-25. Sepanjang musim 2025-26, pemain tim nasional Belanda itu hanya mampu mencetak 9 gol dan 6 assist akibat minimnya waktu bermain secara reguler.
Situasi naik turun di Anfield membuat performa sang penyerang kerap terganggu karena sering menjadi cadangan dalam pertandingan penting. Faktor kepercayaan pelatih menjadi sorotan utama dalam karier penyerang kelahiran Eindhoven tersebut agar ketajamannya di lini depan bisa pulih kembali.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLegenda sepak bola Belanda Ruud Gullit menilai kepindahan ke klub yang memberikan dukungan penuh tanpa ancaman dicadangkan setiap melakukan kesalahan kecil akan mengembalikan performa terbaik Gakpo. "Selama musim juara mereka, dia tampil luar biasa dan hanya butuh konsistensi menit bermain," ujar Gullit kepada NY Sports Day.
Performa Bersama Timnas Belanda Jadi Alasan Kuat
Manajemen Liverpool sendiri tidak berada di bawah tekanan untuk melepas sang pemain kecuali ada tawaran menarik serta pengganti sepadan seperti Bradley Barcola yang mulai dipantau. Pelatih anyar Andoni Iraola tentu akan mempertimbangkan keseimbangan skuad secara matang sebelum mengambil keputusan besar di bursa transfer musim panas ini.
Ketertarikan klub-klub top terhadap Cody Gakpo tidak lepas dari performa impresifnya saat memperkuat tim nasional Belanda di berbagai ajang internasional. Ketajaman sang penyerang terbukti ampuh ketika diberikan kepercayaan penuh oleh pelatih di level negara.
Catatan statistik menunjukkan bahwa Gakpo berhasil mencetak 7 gol serta menyumbangkan 5 assist sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia dan kualifikasi. Kontribusi nyata tersebut memperlihatkan kapasitasnya sebagai penyerang haus gol apabila mendapatkan peran utama di lapangan.
Banyak pihak meyakini bahwa masalah utama penyerang bertinggi 189 cm itu hanyalah kurangnya dukungan psikologis dan jaminan tampil dari juru taktik klub. Kepindahan ke Tottenham Hotspur diprediksi menjadi solusi terbaik agar kariernya kembali berada di jalur positif pada kompetisi musim depan.
Manajemen Tottenham di bawah komando Roberto De Zerbi kini tengah berupaya merombak lini serang demi menghadapi persaingan ketat di Liga Inggris. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Gakpo diyakini mampu mendongkrak daya gedor lini depan skuad The Lilywhites secara signifikan.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Liverpool dan sang pemain sendiri dalam menentukan masa depan karier sepak bolanya. Bursa transfer musim panas 2026 akan menjadi penentu apakah sang penyerang bakal melanjutkan petualangan baru di London Utara.