Berdasarkan laporan media nasional, perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, mendadak memanas dan diwarnai aksi unjuk rasa dari salah satu kubu pendukung bakal calon.
Kericuhan tersebut bermula dari perdebatan sengit mengenai aturan masa jeda bagi eks pejabat politik selama satu tahun sebelum mereka diperbolehkan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.
Mengutip pantauan di lapangan, para simpatisan Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf menggelar aksi demonstrasi tepat di pintu akses Sidang Pleno IV Gedung Serba Guna, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam orasinya, massa aksi dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap aturan yang dinilai berupaya merusak keadilan serta mendesak agar aturan yang dianggap menjegal langkah calon tertentu tersebut ditinjau kembali.
Aturan perkumpulan NU sendiri selama ini mewajibkan eks pejabat politik untuk menunggu selama satu tahun sejak berhenti dari jabatan politisnya jika ingin maju sebagai caketum PBNU.
Ketentuan tersebut disinyalir menjadi sandungan bagi Gus Yusuf yang baru saja melepas jabatannya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026, sehingga memicu kebuntuan dan diskorsnya sidang pleno.