Efisiensi bahan bakar mobil ternyata mengalami penurunan signifikan ketika kendaraan dihadapkan pada kondisi suhu ekstrem, baik saat musim dingin membeku maupun hari-hari musim panas terik.
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat mencatat bahwa konsumsi bensin pada suhu 20 derajat Fahrenheit bisa anjlok hingga 15 persen dibandingkan suhu normal 77 derajat Fahrenheit.
Kendaraan hibrida dan mobil listrik bahkan mencatatkan penurunan performa energi yang jauh lebih parah ketika suhu udara berada di bawah titik normal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMesin mobil memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai suhu operasional optimal, sementara komponen internal harus bekerja ekstra keras melawan gesekan cairan pelumas yang mengental akibat udara dingin.
Dampak Penggunaan AC dan Suhu Panas terhadap Mobil
Sebaliknya, suhu udara panas sebenarnya membantu meningkatkan efisiensi pembakaran karena udara hangat memiliki massa jenis lebih rendah yang mengurangi hambatan angin.
Namun, penggunaan pendingin udara atau AC secara terus-menerus selama cuaca panas justru menjadi beban tambahan terbesar bagi mesin kendaraan konvensional.
Studi otomotif menunjukkan bahwa penggunaan AC dapat menurunkan tingkat kehematan bahan bakar berkisar antara 1,3 persen hingga 7,5 persen pada berbagai siklus berkendara rata-rata.
Pemilihan warna bodi mobil yang cerah terbukti membantu memantulkan panas matahari sehingga kabin lebih cepat dingin dan meringankan beban kerja sistem pendingin.