Violin plot kini menjadi salah satu alat visualisasi data andalan para analis untuk membandingkan distribusi probabilitas antar kategori secara komprehensif.
Grafik ini pertama kali diperkenalkan oleh Jerry L. Hintze bersama Ray D. Nelson pada tahun 1997 sebagai evolusi dari box plot ciptaan John Tukey tahun 1977.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, struktur grafik tersebut menyerupai instrumen musik biola karena mampu menyajikan informasi kerapatan data melalui plot kerapatan kernel bersisi ganda.
Keunggulan utama terletak pada kemampuannya menampilkan seluruh distribusi data, termasuk data multimodal atau memiliki lebih dari satu puncak nilai.
Meskipun memiliki keunggulan informatif, tingkat popularitas grafik ini masih berada di bawah box plot karena tampilannya dinilai lebih rumit bagi pembaca awam.