Perjalanan karier penyanyi Happy Asmara meniti jalan berliku dari panggung festival lokal di Kediri hingga sukses menjadi ikon pop koplo modern paling populer di Indonesia. Pemilik nama lengkap Heppy Rismanda Hendranata ini mengawali langkah di dunia tarik suara dengan tampil dari panggung ke panggung, mulai dari acara pernikahan hingga menjadi sinden dalam gelaran wayang kulit.
Sebelum meraih popularitas besar, Happy sempat bekerja sebagai vokalis grup musik indie di Kediri dan menjajal gaya rokok dengan nuansa punk. Bayaran pertamanya kala itu hanya sebesar 50 ribu rupiah untuk mengisi berbagai acara menyanyi. Namanya mulai mendapatkan atensi publik luas pasca perilisan singel Tak Ikhlasno dan daur ulang Dalan Liyane pada 2019.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKesuksesan lagu-lagu tersebut membawa Happy ke puncak kejayaan musik pop koplo era modern bersama sejumlah musisi lain. Ia juga sempat menjajal dunia seni peran dengan membintangi film pendek parodi KKN di Desa Penari serta memproduksi serial web Srintil Mencari Cinta.
Karier Happy semakin bersinar ketika ia merilis album studio perdana berjudul Bikin Happy pada 2022. Puncaknya, ia dipercaya Moonton Indonesia untuk membawakan lagu tema Kejuaraan Dunia M4 Mobile Legends Bang Bang bertajuk Saatnya Indonesia sebagai bentuk pengenalan musik dangdut ke kancah internasional.
Jejak Awal di Kediri Hingga Sukses Bersama PASHATI
Lahir di Kabupaten Kediri pada 10 Juli 1999, Happy merupakan anak sulung dari empat bersaudara pasangan Hendro Siswantoro dan Dwi Yuslianti. Bakat menyanyinya mulai terasah sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama sebelum akhirnya bergabung dengan berbagai orkes dangdut di Jawa Timur.
Pada 2016, Happy mendirikan klub penggemar resmi bernama PASHATI yang merupakan singkatan dari Pasukan Happy Asmara Sejati. Pada tahun yang sama, ia sempat mengikuti audisi ajang pencarian bakat D'Academy musim keempat dan meraih golden ticket dari dewan juri.
Kendati sempat lolos, Happy mengurungkan niat untuk berkompetisi di Jakarta karena khawatir terhadap penipuan setelah tidak mengangkat telepon dari pihak penyelenggara. Kendati demikian, keputusan tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk terus berkarya di industri musik tanah air.
Kini, kerja keras dan konsistensi membawa Happy Asmara berdiri sejajar dengan musisi papan atas Indonesia. Namanya terus dikenang sebagai salah satu motor penggerak kebangkitan musik pop koplo dan dangdut tradisional di panggung hiburan nasional maupun internasional.