Pirelli memprediksi strategi satu pit stop bakal menjadi pilihan utama tim-tim Formula 1 dalam menghadapi balapan GP Italia di sirkuit Monza akhir pekan ini. Pengamat Kabayan News mencatat bahwa pemasok ban resmi F1 tersebut membawa tiga kompon paling lunak dalam rentangnya, yakni C3 sebagai ban keras, C4 sebagai ban medium, serta C5 sebagai ban lunak.
Berdasarkan analisis Kabayan News, karakteristik Monza sebagai salah satu sirkuit tercepat di kalender F1 menghadirkan tantangan tersendiri bagi ban belakang mobil. Lintasan lurus panjang dipadukan dengan zona pengereman keras membuat traksi saat keluar tikungan lambat seperti Variante del Rettifilo dan Ascari memicu potensi overheating pada gardan belakang.
"Manajemen ban belakang serta pengelolaan suhu termal akan sangat menentukan jalannya balapan," demikian gambaran situasi yang dihadapi para insinyur tim menyusul regulasi unit daya baru 2026. Regulasi baru tersebut menuntut pemanfaatan energi listrik secara optimal di sepanjang trek lurus Monza.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSimulasi tim bahkan memperkirakan catatan waktu lap bakal lebih cepat sekitar dua detik dibandingkan musim sebelumnya. Meskipun demikian, tingkat keausan ban diprediksi tidak cukup parah untuk memaksa tim melakukan skema multi pit stop sepanjang 5.793 kilometer balapan.
Musim lalu, Max Verstappen sukses meraih kemenangan di Monza lewat strategi kombinasi medium-keras, sementara Lando Norris dan Oscar Piastri memilih mengamankan podium melalui kompon lunak pada stint terakhir. Fleksibilitas kompon tahun ini membuka peluang bagi tim untuk meracik strategi alternatif apabila temperatur lintasan tetap terkendali.