Profil Abdoel Gaffar Pringgodigdo mencatat perjalanan seorang tokoh penting Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman serta rektor pertama Universitas Airlangga. Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, pada 21 Agustus 1904 ini memiliki rekam jejak panjang dalam dunia birokrasi, hukum, dan pendidikan tinggi di Tanah Air.
Berdasarkan catatan sejarah, Pringgodigdo menempuh pendidikan hukum di Universitas Leiden, Belanda, dan lulus sebagai sarjana hukum dengan sertifikat cum laude dalam ilmu Indologi pada tahun 1927. Sekembalinya ke Indonesia, dia memulai karier sebagai juru tulis sebelum menjabat sebagai wedana Karangkobar di Kabupaten Purbalingga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenjelang akhir masa pendudukan Jepang, peran Pringgodigdo semakin krusial dalam sejarah kemerdekaan karena dipercaya menjadi sekretaris Radjiman Wedyodiningrat di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dia juga tergabung dalam Panitia Lima yang bertanggung jawab merumuskan dasar negara Pancasila.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Pringgodigdo mengabdi sebagai sekretaris negara mendampingi Presiden Soekarno hingga Januari 1950. Kiprah politiknya berlanjut ketika dia diangkat menjadi Menteri Kehakiman Republik Indonesia dari tanggal 21 Januari sampai 6 September 1950 mewakili partai Masyumi.
Memasuki masa pensiun dari dunia politik, Pringgodigdo mendedikasikan diri sebagai pendidik dan akademisi handal. Dia mengajar di Universitas Gadjah Mada sebelum pindah ke Surabaya untuk menjadi dekan pertama Fakultas Hukum Universitas Airlangga serta menjabat sebagai Rektor Universitas Airlangga periode 1954 sampai 1961.