Profil Soepomo lekat dengan sejarah perumusan konstitusi Indonesia sebagai tokoh yang berperan penting dalam merancang Undang-Undang Dasar 1945. Lahir di Sukoharjo pada 22 Januari 1903, ia berasal dari keluarga priyayi terpandang dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Leiden, Belanda. Berdasarkan catatan sejarah, ia kemudian mendedikasikan hidupnya bagi dunia hukum dan pemerintahan hingga diangkat menjadi Menteri Kehakiman pertama Indonesia.
Peran besar Soepomo dalam ketatanegaraan tampak jelas saat ia bergabung dengan BPUPKI menjelang kemerdekaan Indonesia. Dari analisis awak media, pemikirannya mengenai negara kesatuan dengan kekuasaan terpusat sangat memengaruhi bentuk konstitusi awal negara. Meskipun sempat berdebat sengit dengan Mohammad Yamin dan Mohammad Hatta terkait jaminan hak asasi manusia, rancangan undang-undang hasil buah pikirannya bersama Soekarno berhasil disahkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain berkiprah di bidang hukum dan pemerintahan, Soepomo juga aktif di dunia pendidikan sebagai akademisi serta rektor dan duta besar. Mengutip laporan resmi, ia menghembuskan napas terakhir pada 12 September 1958 akibat serangan jantung dan dimakamkan di Solo. Atas jasa-jasa besarnya terhadap negara, Presiden Soekarno menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional secara anumerta pada tahun 1965.