Amir Hamzah Pasaribu lahir di Siborong-borong pada 21 Mei 1915 sebagai komponis dan musikus Indonesia berdarah Batak. Berdasarkan catatan riwayat hidupnya, ia tumbuh dalam keluarga menyukai seni musik dan akrab dengan orgel pompa angin sejak masa kecil.
Perjalanan pendidikan musik Amir ditempa melalui berbagai institusi serta guru privat terkemuka di tanah air maupun mancanegara. Mengutip catatan sejarah, ia mendalami piano dan cello dari sejumlah musikus Eropa serta memperdalam ilmu komposisi musik secara serius.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKontribusi nyata Amir bagi dunia seni terlihat saat dirinya menjabat sebagai direktur Sekolah Musik Indonesia di Yogyakarta pada periode 1954 hingga 1957. Analisis tim redaksi menunjukkan bahwa dedikasinya melahirkan banyak pemusik profesional serta meletakkan fondasi kuat bagi institusi pendidikan seni modern di Indonesia.
Menjelang akhir hayatnya, Amir sempat mengabdikan diri sebagai pendidik musik di Suriname sebelum kembali ke tanah air dan menetap di Medan. Ia tutup usia pada tanggal 10 Februari 2010 di usia 94 tahun meninggalkan warisan karya berharga bagi khazanah kebudayaan Indonesia.