Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Cecep Arif Rahman, Aktor dan...
BERITA

Profil Cecep Arif Rahman, Aktor dan Seniman Pencak Silat Indonesia

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 2 September 2026
Potret Cecep Arif Rahman, aktor film laga dan seniman pencak silat Indonesia

Potret Cecep Arif Rahman, aktor film laga dan seniman pencak silat Indonesia

Cecep Arif Rahman lahir di Garut, Jawa Barat, pada tanggal 18 Agustus 1972. Beliau dikenal luas sebagai seorang aktor film, atlet, serta seniman pencak silat yang berasal dari perguruan Panglipur. Sebelum meniti karier di dunia seni peran secara profesional, beliau juga pernah mendedikasikan diri sebagai seorang guru sekolah.

Peran dan kontribusi penting beliau dalam dunia perfilman ditunjukkan melalui kemampuannya menjembatani seni bela diri tradisional pencak silat dengan standar sinema aksi modern. Melalui keahlian bela diri yang mendalam, beliau sukses mengubah persepsi global terhadap koreografi laga berbasis budaya Nusantara.

Perjalanan karier beliau di industri hiburan bermula dari latar belakangnya sebagai praktisi pencak silat yang sering tampil dalam berbagai festival seni bela diri internasional, termasuk di Prancis. Pengalaman tersebut membuka jalan baginya untuk masuk ke industri perfilman komersial tingkat nasional hingga menembus kancah Hollywood.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai latar belakang kehidupan awal, riwayat pendidikan, awal mula keterlibatannya di dunia seni peran, serta perjalanan karier dan pencapaian gemilang yang telah diraih oleh Cecep Arif Rahman dalam industri perfilman.

Latar Belakang dan Awal Mula Karier

Cecep Arif Rahman menghabiskan masa mudanya dengan mendalami seni bela diri tradisional pencak silat di bawah naungan perguruan Panglipur. Penguasaannya terhadap ilmu bela diri tradisional ini membentuk disiplin mental dan fisik yang kuat, yang kemudian menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidupnya.

Sebelum dikenal sebagai aktor layar lebar, beliau aktif menempuh berbagai aktivitas pendidikan non-formal di bidang kebudayaan dan olahraga bela diri, serta menjalani profesi sebagai pengajar atau guru sekolah di daerah asalnya di Jawa Barat.

Pengalaman awal yang membentuk kariernya dimulai ketika ia bersama kelompok pesilatnya diundang untuk tampil di ajang Bercy Festival des Arts Martiaux di Prancis antara tahun 2005 hingga 2008. Penampilan tingkat internasional ini memperkenalkan keterampilan bela diri tingkat tingginya kepada penonton global.

Transisi dari seorang guru dan praktisi silat tradisional menuju dunia perfilman profesional terjadi ketika sutradara Gareth Evans melihat potensinya. Hal ini membawanya melangkah ke dunia seni peran layar lebar nasional dan mengubah jalur kariernya secara drastis.

Karier dan Pencapaian dalam Perfilman

Perjalanan karier perfilman Cecep Arif Rahman dimulai pada tahun 2014 ketika ia membintangi film aksi populer The Raid 2: Berandal sebagai The Assassin. Sejak saat itu, beliau secara konsisten membintangi berbagai judul film ternama seperti 3: Alif Lam Mim (2015), Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018), hingga film horor religi Qodrat (2022) dan sekuelnya Qodrat 2 (2025).

Pencapaian internasionalnya mencapai puncak ketika beliau terpilih untuk berperan sebagai Shinobi #1 dalam film blockbuster Hollywood John Wick: Chapter 3 - Parabellum (2019) bersama Keanu Reeves, serta tampil sebagai kameo dalam Star Wars: The Force Awakens (2015) bersama Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

Selain berakting di depan kamera, beliau juga diakui atas kontribusinya sebagai penata laga (martial arts choreographer) untuk sejumlah film besar seperti Gundala (2019), Foxtrot Six (2019), dan Qodrat (2022). Peran ganda ini memastikan keselamatan para aktor sekaligus menjaga keaslian estetika gerakan pertarungan dalam cerita.

Hingga kini, Cecep Arif Rahman terus aktif berkarya di industri perfilman Indonesia, mempertahankan eksistensinya melalui proyek-proyek film terbaru seperti Badut Gendong (2026), sekaligus menjadi figur penting dalam diplomasi budaya melalui seni pencak silat.

Topics
cecep arif rahman aktor indonesia pencak silat profil tokoh perfilman indonesia
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.