Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Che Guevara, Kisah Dokter...
BERITA

Profil Che Guevara, Kisah Dokter Pemimpin Revolusi Kuba

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 4 September 2026
Profil Che Guevara, dokter asal Argentina yang menjadi ikon global Revolusi Kuba

Profil Che Guevara, dokter asal Argentina yang menjadi ikon global Revolusi Kuba

Ernesto Guevara de la Serna atau yang lebih dikenal sebagai Che Guevara merupakan salah satu tokoh paling ikonik sekaligus kontroversial dalam sejarah abad ke-20. Sebagaimana diwartakan dalam berbagai catatan sejarah, revolusioner asal Argentina ini memainkan peran vital dalam menegakkan rezim sosialis di Kuba yang bertahan hingga saat ini.

Bagi sebagian kalangan, Che dipandang sebagai pahlawan yang gigih melawan kediktatoran serta imperialisme Amerika Serikat demi menciptakan keadilan sosial di berbagai negara seperti Guatemala, Kongo, dan Bolivia. Kendati demikian, laporan lain mencatat sisi gelap sang gerilyawan yang kerap menggunakan kekerasan ekstrem serta eksekusi terhadap para penentangnya guna mencapai visi politiknya.

Lahir di Argentina pada tahun 1928 dari kalangan keluarga kelas menengah, Che awalnya menempuh pendidikan di bidang kedokteran sebelum melakukan perjalanan transformatif melintasi Amerika Selatan dengan sepeda motor bersama sahabatnya, Alberto Granado. Mengutip laporan media, ekspedisi tersebut membuka mata pemuda tersebut terhadap jurang kemiskinan dan ketimpangan sosial yang akut di kawasan tersebut.

Titik balik perjuangannya semakin kuat tatkala ia menyaksikan langsung intervensi politik di Guatemala yang digerakkan oleh CIA, yang kemudian memantapkan langkahnya menjadi penentang keras pengaruh Amerika Serikat. Setibanya di Meksiko, ia berjumpa dengan Fidel Castro dan bergabung dalam kelompok gerilya Movimiento 26 de Julho untuk menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista di Kuba.

Melalui pertempuran panjang di pegunungan Sierra Maestra, kelompok revolusioner tersebut akhirnya berhasil merebut kekuasaan di Kuba pada tahun 1959 dan memaksa Batista melarikan diri. Selepas kemenangan tersebut, Che mengemban sejumlah jabatan strategis pemerintahan serta bertindak sebagai delegasi internasional untuk menyebarkan gelombang revolusi.

Memasuki tahun 1965, Che memutuskan meninggalkan kenyamanan birokrasi demi kembali menggelorakan perang gerilya di Kongo dan berlanjut ke Bolivia demi menentang rezim militer setempat. Berdasarkan laporan sejarah, pelarian dan perjuangannya berakhir ketika ia tertangkap serta dieksekusi oleh militer Bolivia yang didukung oleh agen intelijen Amerika Serikat pada 9 Oktober 1967 di usia 39 tahun.

Hingga hari ini, terlepas dari perdebatan panjang mengenai metode kekerasan yang diterapkannya, imaji Che Guevara tetap abadi sebagai simbol perlawanan global yang melekat dalam berbagai medium kebudayaan populer di seluruh penjuru dunia.

Topics
che guevara revolusi kuba fidel castro sejarah dunia tokoh revolusi amerika latin argentina
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.