Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan peningkatan curah hujan serta suhu tinggi dalam beberapa waktu ke depan, para ahli dari Instituto Nacional de Tecnologia Agropecuaria (INTA) memperbarui peta jalan agrokimia dan iklim. Sebagaimana diwartakan oleh La Nacion, lembaga riset pertanian tersebut memberikan berbagai panduan teknis agar para pelaku sektor pertanian dan peternakan dapat mengantisipasi dampak fenomena tersebut secara optimal.
Berdasarkan laporan media, Direktur Pusat Penelitian Sumber Daya Alam (CIRN) Pablo Mercuri mengungkapkan bahwa fenomena iklim El Nino saat ini sedang berkembang dengan intensitas yang diproyeksikan dari tingkat moderat hingga kuat. "El Nino berdampak secara berbeda di berbagai benua dan wilayah karena tidak semua lautan memanas secara bersamaan," jelas Mercuri dalam sebuah pertemuan teknis yang diselenggarakan di Sociedad Rural de Azul.
Lebih lanjut, para pakar menjelaskan bahwa tingginya curah hujan dapat menjadi peluang emas sekaligus ancaman serius bagi sektor pertanian, tergantung pada bagaimana pengelolaan lahan dilakukan oleh para petani. Mengutip laporan media, ketersediaan air yang melimpah dinilai sangat potensial untuk menggenjot produktivitas tanaman utama seperti jagung, kedelai, dan bunga matahari apabila dikelola dengan strategi drainase serta pemilihan benih yang tepat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, risiko genangan air, erosi, hingga penurunan kualitas biji-bijian akibat kelembapan berlebih tetap harus diwaspadai secara seksama. Sebagaimana diberitakan, para spesialis menyarankan agar para petani memaksimalkan sistem pengolahan tanah tanpa olah tuntas serta memprioritaskan penanaman dini guna memanfaatkan kelembapan optimal yang tersedia di dalam lapisan tanah.
Sementara itu, di sektor peternakan, koordinator penelitian Lucas Vagnoni mengingatkan pentingnya mitigasi infrastruktur guna menghadapi ancaman kelebihan air atau banjir lokal. Mengutip laporan La Nacion, peternak dianjurkan untuk segera memperbaiki akses jalan ternak, menyiapkan area dataran tinggi yang kering untuk tempat perlindungan, serta memperketat program vaksinasi pencegahan penyakit guna menekan risiko kerugian materiil.