Downing Street Nomor 10 merupakan tempat di mana Perdana Menteri Inggris tinggal dan berkantor selama lebih dari dua ratus tahun. Bangunan ikonik tersebut terletak di sebuah gang kawasan Whitehall, City of Westminster, London, tidak jauh dari Gedung Parlemen Inggris serta Istana Buckingham.
Ciri khas utama bangunan ini terletak pada pintu kayu sederhana bercat hitam dengan bel tradisional berbentuk kepala macan di atas lubang surat. Bagian atas pintu dihiasi angka 10 berbahan tembaga kuning mengkilap, yang pertama kali dipasang oleh Perdana Menteri William Pitt pada abad ke-18.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejarah gedung ini bermula pada tahun 1732 ketika Raja George II menghadiahkan rumah tersebut kepada Robert Walpole sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Walpole menerima bangunan itu untuk dijadikan rumah dinas resmi, sebuah tradisi yang terus dipertahankan oleh para penggantinya hingga saat ini.
Tata letak gedung membagi fungsi ruangan secara terstruktur di mana perdana menteri berkantor di lantai satu dan tinggal bersama keluarga di lantai dua. Sejumlah ruangan penting seperti Entrance Hall dan Cabinet Room menjadi saksi bisu berbagai keputusan besar kenegaraan dari masa ke masa.
Jejak Sejarah dan Sistem Pengamanan Ketat Downing Street
Perjalanan panjang bangunan ini diwarnai berbagai peristiwa penting, termasuk penggunaan ruang bawah tanah darurat sebagai pusat pemerintahan selama Perang Dunia II. Winston Churchill memimpin Inggris dari ruangan tersebut saat serangan udara musuh memuncak di kota London.
Lokasi strategis gedung tersebut juga sering menjadi sasaran aksi unjuk rasa, ancaman teroris, hingga serangan bom pada masa pemerintahan John Major. Faktor keamanan mendesak pemerintah untuk memasang pagar tinggi berbahan baja di setiap sudut jalan guna melindungi area vital tersebut.
Meskipun kawasan gang kecil di depan gedung sempat terbuka untuk umum, aturan ketat melarang para pejalan kaki dan turis untuk berhenti demi mencegah kerumunan. Petugas keamanan memastikan setiap orang yang melintas harus terus berjalan sambil mengambil foto dengan cepat.
Transformasi bangunan dari rumah pribadi menjadi pusat kekuasaan politik menjadikan lokasi ini sebagai salah satu situs paling bersejarah di dunia. Pintu asli bangunan bahkan telah diamankan di museum, sementara replikanya tetap terpasang kokoh menyambut tamu kenegaraan.