Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Aturan Pewarisan Takhta Kerajaan...
BERITA

Aturan Pewarisan Takhta Kerajaan Inggris, Sejarah hingga Syarat Ketat

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Istana Buckingham dan mahkota Kerajaan Inggris sebagai simbol suksesi monarki

Istana Buckingham dan mahkota Kerajaan Inggris sebagai simbol suksesi monarki

Pewarisan takhta Kerajaan Inggris ditentukan berdasarkan faktor garis keturunan, jenis kelamin, status legitimasi, serta kepatuhan terhadap agama tertentu. Berdasarkan aturan hukum umum, mahkota monarki diwariskan secara turun-temurun kepada anak-anak penguasa atau melalui jalur kolateral terdekat dari penguasa yang tidak memiliki keturunan.

Berdasarkan analisis awak media, dokumen bersejarah seperti Bill of Rights 1689 dan Act of Settlement 1701 secara tegas membatasi hak suksesi hanya kepada keturunan Protestan yang sah dari Sophia of Hanover. Aturan tersebut juga mewajibkan setiap pewaris berada dalam persekutuan resmi dengan Church of England, sementara larangan pernikahan dengan umat Katolik baru dicabut pada reformasi 2015.

King Charles III saat ini memegang takhta tertinggi sejak 2022, dengan posisi pewaris utama atau heir apparent diemban oleh putra sulungnya, William, Prince of Wales. Berdasarkan ketentuan Perth Agreement yang efektif berlaku tahun 2015, persetujuan dari penguasa mutlak diperlukan khusus bagi enam pewaris teratas sebelum melangsungkan pernikahan.

Perubahan besar dalam sejarah monarki Inggris terjadi setelah para perdana menteri dari negara-negara anggota Commonwealth sepakat menghapus sistem male-preference primogeniture pada 2011. Pembaruan konstitusional tersebut memastikan anak perempuan tidak lagi tersisih oleh kelahiran adik laki-laki yang lahir setelah tanggal 28 Oktober 2011.

Meskipun daftar resmi lengkap mengenai seluruh keturunan yang memenuhi syarat tidak dipublikasikan secara spesifik oleh pemerintah, para genealogis mencatat ribuan keturunan sah dari Electress Sophia of Hanover. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa dinamika suksesi takhta Inggris terus mengalami penyesuaian hukum demi mencerminkan nilai modern tanpa meninggalkan tradisi berabad-abad.

Topics
kerajaan inggris king charles iii monarki sejarah eropa politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.