Profil Enggartiasto Lukita mencerminkan perjalanan panjang seorang tokoh nasional yang malang melintang di dunia politik dan dunia usaha Indonesia. Lahir di Cirebon pada tanggal 12 Oktober 1951, ia menempuh pendidikan tingginya di Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia. Sejak masa mudanya, ia telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada organisasi dan memimpin berbagai wadah berskala nasional sebelum akhirnya terjun secara penuh ke kancah politik praktis.
Karier politiknya dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Golkar dan dipercaya mengemban posisi sebagai Wakil Bendahara Umum. Melalui partai berlogo pohon beringin tersebut, ia sukses melenggang ke Senayan dan menjadi anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut dari tahun 1999 hingga 2014. Namun, pada tahun 2013 ia memutuskan untuk berpindah haluan politik dengan bergabung bersama Partai NasDem dan menempati posisi sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi samping kiprahnya di parlemen, ia juga dikenal luas sebagai seorang pengusaha sukses yang berkecimpung di sektor properti. Berbagai posisi strategis di dunia korporasi pernah ia pegang, termasuk memimpin sejumlah perusahaan pengembang besar serta menjabat sebagai Ketua Umum Real Estate Indonesia pada periode 1992 hingga 1995. Pengalaman manajerial yang kuat di sektor swasta ini menjadi salah satu bekal penting ketika ia dipercaya masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan.
Puncak karier eksekutifnya tercatat ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam perombakan Kabinet Kerja Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016. Ia menggantikan posisi Thomas Trikasih Lembong dan memimpin kementerian tersebut hingga akhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2019. Berdasarkan analisis tim redaksi, kombinasi latar belakang pengusaha dan politikus kawakan memberikan warna tersendiri dalam pengambilan kebijakan perdagangan nasional selama masa baktinya.