Profil Gumilar Rusliwa Somantri mencatat perjalanan karier seorang akademisi dan sosiolog terkemuka di Universitas Indonesia yang pernah menduduki posisi sebagai pimpinan tertinggi kampus tersebut. Lahir pada 11 Maret 1963, ia menorehkan sejarah penting di dunia pendidikan tinggi nasional ketika terpilih menjadi Rektor Universitas Indonesia pada masa bakti 2007 sampai 2012.
Perjalanan pendidikan tingginya bermula saat ia menyelesaikan studi sarjana di Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada Januari 1989. Selanjutnya, ia meraih gelar Doktor atau Doktor der Sozialwissenschaften dari Fakultas Sosiologi Universitaet Bielefeld di Jerman pada tahun 1995.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum menduduki kursi rektor, ia aktif memegang berbagai posisi strategis manajerial di lingkungan kampus. Tercatat ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Majelis Wali Amanat serta Wakil Direktur Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia sebelum akhirnya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai dekan selama dua periode penuh.
Berdasarkan penelusuran rekam jejak, ia terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia pada usia 44 tahun sehingga tercatat sebagai rektor termuda kedua setelah Soemantri Brodjonegoro. Selain aktif dalam bidang akademik, ia juga menerima berbagai penghargaan internasional serta menulis banyak buku dan artikel ilmiah di bidang sosiologi perkotaan maupun pembangunan.
Meskipun memiliki segudang prestasi akademik, kepemimpinannya juga tidak lepas dari dinamika dan konflik internal kampus. Salah satu catatan kontroversial terjadi ketika pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud menuai perdebatan serta protes dari sebagian kalangan civitas akademika Universitas Indonesia.