Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Harmoko, Mantan Menteri Era...
BERITA

Profil Harmoko, Mantan Menteri Era Orde Baru Hingga Sang Brutus

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 13 Agustus 2026
Potret tokoh nasional dan mantan Menteri Penerangan Harmoko

Potret tokoh nasional dan mantan Menteri Penerangan Harmoko

Profil Harmoko mencatat perjalanan hidup seorang tokoh penting Indonesia yang merintis karier dari dunia jurnalistik hingga memegang kekuasaan strategis pada masa Orde Baru. Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 7 Februari 1939, ia mengawali langkah profesionalnya sebagai wartawan sebelum mendirikan surat kabar Poskota pada tahun 1970.

Kepiawaiannya dalam mengelola media serta membangun komunikasi publik mengantarkannya ke panggung politik praktis di bawah panji Partai Golkar. Puncak karier birokrasinya tercapai ketika ia diangkat menjadi Menteri Penerangan selama tiga periode kabinet berturut-turut dari tahun 1983 hingga 1997.

Selama menjabat sebagai menteri, Harmoko dikenal luas lewat berbagai program populis seperti Safari Ramadhan dan Kelompencapir untuk menyebarkan informasi pemerintah. Ia juga mencatat sejarah sebagai orang sipil pertama yang menduduki posisi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Golkar pada periode 1993 hingga 1998.

Menjelang pengujung kekuasaan Orde Baru, namanya mendadak menjadi sorotan nasional saat ia menjabat sebagai Ketua DPR dan MPR. Di tengah tekanan demonstrasi mahasiswa yang meluas pada Mei 1998, ia secara terbuka meminta Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.

Jejak Kontroversi dan Akhir Hayat Sang Tokoh Pers

Di balik kesuksesan politiknya, kepemimpinan Harmoko di Departemen Penerangan kerap diwarnai kebijakan kontroversial terkait kontrol media massa. Ia memiliki kewenangan penuh memperpanjang Surat Izin Usaha Penerbitan Pers serta mencabut izin beberapa media cetak nasional yang dianggap kritis terhadap pemerintah.

Selain penertiban pers, Harmoko juga sempat mengeluarkan kebijakan ikonik berupa pelarangan pemutaran lagu balada sentimental atau lagu cengeng di stasiun radio dan televisi. Kebijakan tersebut diambil karena dikhawatirkan dapat menurunkan semangat pembangunan nasional yang digelorakan pemerintah.

Permintaan agar Soeharto turun dari takhta kekuasaan pada tahun 1998 membuat sebagian kalangan pendukung rezim melabelinya dengan sebutan Brutus atas tindakan pengkhianatan politik tersebut. Hubungannya dengan keluarga Cendana pun merenggang hingga akhir hayatnya.

Harmoko menutup usia pada 4 Juli 2021 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto akibat COVID-19 dalam usia 82 tahun. Jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara.

Topics
harmoko profil orde baru menteri penerangan golkar poskota sejarah indonesia tokoh politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.