Istana Niat Lima Laras merupakan salah satu istana kerajaan Melayu pesisir berada di Kabupaten Batu Bara, provinsi Sumatera Utara, berdiri megah di kawasan perkampungan nelayan.
Bangunan bersejarah tersebut dibangun berawal dari nazar atau niat seorang Datuk Matyoeda Sri Diraja selaku Raja Kerajaan Lima Laras XII, dikenal sebagai Datuk Muhammad Yuda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDatuk Muhammad Yuda merupakan putera tertua dari seorang raja yaitu Datuk Haji Djafar bergelar Raja Sri Indra selaku Raja Kerajaan Lima Laras XI.
Istana Niat Lima Laras memiliki 6 anjungan masing-masing menghadap ke arah empat mata angin, memiliki 28 pintu serta 66 pasang jendela dengan pesona arsitektur khas.
Arsitektur Megah dan Sejarah Pembangunan Istana Niat Lima Laras
Lantai bawah dan balai ruangan berornamen China terbuat dari beton dipergunakan sebagai tempat bermusyawarah, sementara lantai II dan III diperuntukkan sebagai tempat tinggal.
Lantai dua dan tiga bangunan istana terbuat dari kayu berkualitas tinggi, terdapat beberapa kamar berukuran besar dihubungkan oleh tangga melingkar di tengah-tengah ruangan.
Pembangunan istana berawal dari larangan berdagang diterapkan Pemerintahan Hindia Belanda terhadap para raja ditentang keras oleh Datuk Matyoeda sewaktu bertahta pada tahun 1883.
Datuk Matyoeda sering berdagang hasil bumi seperti kopra, damar, dan rotan ke Malaka, Malaysia, Singapura, hingga Thailand di tengah tekanan monopoli perdagangan masa itu.