Profil Joop Ave menjadi sorotan sejarah sebagai salah satu tokoh yang paling dekat dan dipercaya oleh Presiden Soeharto selama masa pemerintahannya. Lahir di Yogyakarta pada 5 Desember 1934, Ave dikenal memiliki karier cemerlang di bidang birokrasi, terutama dalam urusan protokol kepresidenan selama puluhan tahun.
Karier pria yang fasih dalam empat bahasa asing ini menanjak drastis saat menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Istana Presiden pada tahun 1972 hingga 1978. Jabatan tersebut dianggap strategis, bahkan setara dengan posisi Kepala Kantor Staf Kepresidenan di masa sekarang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKedekatannya dengan keluarga cendana bukan sekadar hubungan kerja formal. Menurut catatan sejarah, Ave bahkan diminta secara khusus oleh Presiden Soeharto untuk menjadi guru privat Bahasa Inggris karena ia memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa.
Selain berperan dalam urusan internal istana, Ave juga berkontribusi besar dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pariwisata pada tahun 1982, sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan VI.
Jejak Pendidikan dan Penghargaan Sang Diplomat
Karakternya yang humoris, supel, dan tegas membuat Ave sering menemani Presiden Soeharto melakukan kunjungan tersembunyi atau incognito ke berbagai pelosok negeri. Sifat tersebut pula yang menjadikannya figur unik dalam lingkungan pemerintahan kala itu.
Dedikasi Joop Ave di dunia pariwisata dan diplomatik tercatat sangat panjang, termasuk perannya sebagai Ketua ASEAN Sub-Komite Pariwisata dan Dewan Direksi PATA. Ia menutup usia pada 5 Februari 2014 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura dalam usia 79 tahun.
Jejak pendidikan Joop Ave dimulai dari Akademi Dinas Luar Negeri yang diselesaikannya pada tahun 1957. Ia juga sempat menempuh studi di Universitas Filipina, Manila, meskipun tidak menyelesaikannya hingga tuntas.
Karier diplomatiknya dimulai sebagai penulis dan penyiar program bahasa Prancis di RRI Voice of Indonesia pada 1957. Ia kemudian bergabung dengan Departemen Luar Negeri dan ditugaskan di berbagai posisi penting di Konsulat Jenderal Indonesia di New York, AS.