Kabupaten Gunung Mas merupakan wilayah administratif di Provinsi Kalimantan Tengah yang dibentuk berdasarkan pemekaran dari Kabupaten Kapuas melalui Undang-Undang Nomor 5 tahun 2002. Dengan ibu kota di Kuala Kurun, kabupaten ini terus berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan yang penting di Bumi Tambun Bungai.
Data Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk di Gunung Mas terus mengalami peningkatan. Hingga semester 2 tahun 2025, populasi wilayah ini mencapai 136.364 jiwa. Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika masyarakat yang kian heterogen namun tetap menjaga kearifan lokal yang kuat.
Potensi alam menjadi daya tarik utama kabupaten yang memiliki luas wilayah sekitar 10.804 km² ini. Karakteristik wilayahnya yang bervariasi, mulai dari dataran tinggi berbukit di bagian utara hingga dataran rendah di bagian selatan, memberikan keunggulan komparatif bagi pengembangan sektor perkebunan dan pertanian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi bawah kepemimpinan Bupati Jaya Samaya Monong dan Wakil Bupati Efrensia Umbing, Kabupaten Gunung Mas berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Fokus pembangunan diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat dengan berpegang teguh pada motto "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau" yang berarti tekad membangun demi kejayaan bersama.
Mengenal Geografi dan Kekayaan Perairan Gunung Mas
Keunikan lain yang dimiliki daerah ini adalah komposisi demografinya yang menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Tengah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen. Keberagaman ini hidup rukun berdampingan dengan penganut agama lainnya, menciptakan harmonisasi sosial yang menjadi kekayaan tersendiri bagi wilayah ini.
Kabupaten Gunung Mas secara geografis memiliki topografi unik dengan didominasi perbukitan di sisi utara. Di kawasan tersebut, terdapat Pegunungan Muller dan Pegunungan Schwaner dengan puncak tertinggi Bukit Raya yang mencapai 2.278 meter di atas permukaan laut, menawarkan pesona alam bagi pecinta petualangan.
Ketersediaan sumber daya air menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di sini. Wilayah ini sangat bergantung pada keberadaan sungai sebagai sarana transportasi utama maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mengingat kondisi geografis yang masih dikelilingi hutan hujan tropis.
Tiga cabang sungai besar bermuara langsung ke Sungai Kahayan, yakni Sungai Rungan, Sungai Miri, dan Sungai Manuhing. Sungai Kahayan sendiri membelah wilayah kabupaten sepanjang kurang lebih 600 kilometer, menjadi urat nadi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang tepiannya.
Selain sungai, potensi air bawah tanah di Gunung Mas juga diperkirakan cukup melimpah dan mulai dikelola untuk mendukung kebutuhan industri serta pemukiman. Pengelolaan yang bertanggung jawab menjadi kunci agar kekayaan air ini tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang di tengah perubahan kualitas air permukaan.
Dengan iklim hutan hujan tropis yang konstan, suhu udara rata-rata di wilayah dataran rendah berkisar antara 23°–34°C. Kelembapan tinggi yang mencapai 70%–90% menjadikan Gunung Mas sebagai ekosistem alami yang subur bagi keanekaragaman flora dan fauna tropis khas Kalimantan.