Kabupaten Melawi di Provinsi Kalimantan Barat resmi berdiri sebagai daerah otonom baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2003 hasil pemekaran wilayah Kabupaten Sintang. Wilayah ini membentang seluas lebih dari sepuluh ribu kilometer persegi dengan pusat pemerintahan berada di kawasan Nanga Pinoh. Berdasarkan catatan sejarah lokal, wilayah ini dialiri oleh beberapa sungai besar seperti Sungai Melawi dan Sungai Pinoh yang sejak masa lampau menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan kondisi demografi, jumlah penduduk Kabupaten Melawi didominasi oleh kelompok usia muda dengan struktur piramida penduduk yang dinamis. Suku bangsa yang mendiami wilayah administratif terbagi menjadi suku Melayu, berbagai sub-suku Dayak, Jawa, hingga keturunan Tionghoa yang bermukim di pusat kota. Keberagaman etnis tersebut melahirkan harmoni sosial yang kuat serta tradisi budaya lokal yang terus terjaga dari generasi ke generasi.
Sektor perekonomian daerah sebagian besar ditopang oleh bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, serta perikanan yang menyerap mayoritas tenaga kerja produktif. Pemerintah daerah terus menggenjot pembangunan infrastruktur penunjang termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia secara merata. Melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, wilayah ini optimistis menatap masa depan pembangunan yang lebih mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe