Profil Istana Amantubillah sebagai bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat menyimpan jejak panjang peradaban Kesultanan Mempawah. Istana yang didominasi warna hijau ini terletak di Desa Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.
Nama Amantubillah sendiri memiliki makna mendalam yaitu Aku beriman kepada Allah, mencerminkan nilai religius yang melandasi berdirinya pusat pemerintahan tersebut. Kompleks keraton ini mulai berkembang sejak kedatangan rombongan Opu Daeng Menambun dari Kerajaan Matan pada tahun 1737 Masehi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePembangunan fisik istana ini mulai dilaksanakan pada masa pemerintahan Gusti Jamiril yang bergelar Panembahan Adi Wijaya Kesuma selaku sultan ketiga. Dalam perjalanannya, bangunan istana sempat mengalami musibah kebakaran besar pada tahun 1880 sebelum akhirnya direnovasi kembali pada tahun 1922.
Arsitektur kompleks istana terbagi menjadi tiga bagian utama meliputi bangunan induk, sayap kanan, serta sayap kiri dengan fungsi spesifik masing-masing. Transformasi fungsi kini menjadikan bangunan utama sebagai museum tempat penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan.
Arsitektur dan Fungsi Ruang Kompleks Istana Amantubillah
Tata letak ruang di dalam kompleks Istana Amantubillah dirancang secara terstruktur untuk mendukung kegiatan pemerintahan serta kehidupan keluarga kerajaan pada masa lalu. Bangunan utama dulunya difungsikan sebagai ruang singgasana raja, permaisuri, serta tempat tinggal sanak keluarga keraton.
Bagian bangunan sayap kanan dimanfaatkan untuk mempersiapkan segala keperluan jamuan makan serta penunjang kebutuhan harian keluarga istana. Sementara itu, bangunan sayap kiri digunakan sebagai aula pertemuan sekaligus pusat administrasi pemerintahan Kesultanan Mempawah.
Seiring perkembangan zaman, fungsi bangunan mengalami penyesuaian di mana bangunan utama kini bertransformasi menjadi museum yang memamerkan singgasana, keris, hingga busana kebesaran. Pengunjung juga dapat melihat sisa kolam pemandian sultan yang berada di dalam area kompleks keraton.
Keberadaan situs bersejarah ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata edukasi bagi masyarakat luas tetapi juga merawat memori kolektif tentang kejayaan masa lalu. Nilai budaya serta tradisi lokal yang dijaga ketat di kompleks istana menjadi warisan penting bagi generasi penerus.