Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Jambi. Berdasarkan data semester dua tahun 2024, populasi wilayah ini tercatat mencapai 457.238 jiwa yang tersebar di berbagai kecamatan dengan Sengeti sebagai pusat pemerintahannya.
Secara administratif, kabupaten ini terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Batang Hari berdasarkan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999. Luas wilayah mencapai 5.246 km² dan memiliki keunikan karena mengelilingi seluruh area Kota Jambi yang menjadikannya sebagai enklave.
Kondisi geografis wilayah ini cukup bervariasi dengan setidaknya sepuluh persen daratan berupa rawa. Hal ini memengaruhi karakteristik lingkungan serta tata guna lahan masyarakat yang menetap di sepanjang perbatasan wilayah dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKemajemukan masyarakat terlihat dari keberagaman latar belakang suku bangsa di mana suku Jambi dan Jawa menjadi dua kelompok etnis dominan. Kerukunan antarumat beragama juga terjaga dengan baik, meskipun mayoritas penduduk di kabupaten ini menganut agama Islam.
Pusat Sejarah dan Potensi Wisata Muaro Jambi
Potensi pariwisata menjadi salah satu daya tarik utama, terutama melalui keberadaan Kompleks Candi Muaro Jambi. Situs bersejarah ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lampau dan kini dikelola sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Jambi.
Pemerintahan kabupaten yang saat ini dipimpin Bupati Bambang Bayu Suseno bersama Wakil Bupati Junaidi H. Mahir terus berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur. Fokus pelayanan publik di 11 kecamatan dan 150 desa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam lainnya seperti Danau Tangkas dan Lubuk Penyengat. Fasilitas pendukung di sektor wisata terus dikembangkan untuk menarik minat pengunjung dari luar daerah agar mengenal lebih dekat potensi lokal Muaro Jambi.
Dengan Indeks Pembangunan Manusia yang berada di kategori tinggi pada tahun 2023, daerah ini terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga semangat gotong royong sesuai dengan motto daerah, Sailun Salimbai.