Kabupaten Sumedang adalah salah satu wilayah administratif di Provinsi Jawa Barat yang terletak sekitar 45 km timur laut dari Kota Bandung. Wilayah ini secara geografis memiliki luas yang mencakup 26 kecamatan, 7 kelurahan, dan 270 desa.
Sebagai bagian dari kawasan metropolitan Bandung Raya, daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Sumedang Larang. Identitas yang paling melekat pada kabupaten ini adalah kuliner tahu yang dirintis imigran Tiongkok, Ong Kino, pada tahun 1917.
Kawasan ini juga menjadi lokasi strategis bagi berbagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka. Kampus seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berlokasi di Kecamatan Jatinangor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara topografi, sebagian besar wilayah Sumedang berupa pegunungan dengan Gunung Tampomas sebagai titik tertinggi yang mencapai 1.684 mdpl. Jalur utama Bandung–Cirebon yang melintasi kabupaten ini menjadi akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik.
Sejarah dan Kejayaan Kerajaan Sumedang Larang
Kerajaan Sumedang Larang mencapai masa keemasan di bawah kepemimpinan Pangeran Angkawijaya atau Prabu Geusan Ulun pada sekitar tahun 1578. Wilayah kekuasaannya saat itu mencakup pelosok Jawa Barat hingga ke wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Bandung.
Sebagai kota kuno khas Pulau Jawa, Sumedang menerapkan konsep Catur Gatra Tunggal. Pusat kotanya ditandai dengan alun-alun yang dikelilingi masjid agung, penjara, serta kantor pemerintahan sebagai wujud tata kota tradisional yang masih terjaga.
Lambang daerah Kabupaten Sumedang berupa tugu peringatan bernama Lingga yang dibangun pada tahun 1922 oleh Pangeran Siching dari Belanda. Tugu ini didedikasikan untuk Pangeran Aria Suria Atmaja atas jasa-jasanya dalam pengembangan wilayah.
Penetapan hari jadi Kabupaten Sumedang pada 22 April merujuk pada peristiwa penting sejarah masa lalu. Legitimasi ini dikukuhkan melalui penyerahan mahkota serta atribut kerajaan oleh senapati Pajajaran kepada Prabu Geusan Ulun pada 22 April 1578.