Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kerajaan Montenegro Monarki...
BERITA

Profil Kerajaan Montenegro Monarki di Eropa Tenggara Masa Perang Dunia I

By Nusman Rawayandi Hagimutar 3 min read 7 September 2026
Kerajaan Montenegro berdiri sebagai monarki berdaulat di Balkan sebelum bergabung dalam pembentukan Yugoslavia

Kerajaan Montenegro berdiri sebagai monarki berdaulat di Balkan sebelum bergabung dalam pembentukan Yugoslavia

Kerajaan Montenegro atau Kraljevina Crna Gora merupakan sebuah monarki di kawasan Eropa Tenggara yang terletak di wilayah Montenegro modern. Negara ini berada dalam periode waktu yang sangat bergejolak di Semenanjung Balkan, khususnya menjelang dan selama berlangsungnya Perang Dunia I. Secara resmi, sistem pemerintahan negara ini berbentuk monarki konstitusional, namun praktiknya cenderung absolut di bawah kendali penguasa.

Eksistensi kerajaan ini bermula ketika Pangeran Nikola dari Montenegro memproklamasikan pembentukan kerajaan di Cetinje pada tanggal 28 Agustus 1910. Proklamasi tersebut sekaligus menaikkan status wilayah negara yang sebelumnya merupakan sebuah kepangeranan yang telah dipimpin olehnya sejak tahun 1860. Selama masa pemerintahannya, Raja Nikola I sempat memperkenalkan berbagai reformasi modern seperti konstitusi dan mata uang baru bernama perper.

Dalam kancah percaturan internasional, Montenegro mengambil bagian dalam Perang Balkan pada tahun 1912 hingga 1913 demi memperluas wilayah kekuasaannya. Ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914, kerajaan ini dengan tegas bergabung bersama Blok Sekutu untuk melawan kekuatan sentral. Kendati demikian, tekanan militer yang masif membuat wilayah negara ini berhasil diduduki oleh pasukan Austria-Hongaria pada awal tahun 1916.

Akhir dari riwayat kedaulatan kerajaan ini tiba pada akhir tahun 1918 melalui keputusan Majelis Podgorica yang mendeklarasikan unifikasi dengan Serbia. Penyatuan tersebut membuat Montenegro kehilangan kedaulatannya dan lebur ke dalam pembentukan negara baru yaitu Kerajaan Serb, Kroasia, dan Slovenia. Meskipun sempat memicu perlawanan dari kelompok loyalis, wilayah ini kemudian menjadi bagian dari sejarah panjang kawasan Balkan.

Sejarah Pendirian dan Awal Mula

Akar sejarah Kerajaan Montenegro berakar kuat dari wilayah kepangeranan otonom yang dipimpin oleh Dinasti Petrović-Njegoš selama beberapa dekade. Pangeran Nikola I berhasil mempertahankan kemerdekaan wilayahnya di tengah tekanan geopolitik Kekaisaran Ottoman yang mulai melemah di kawasan Balkan. Langkah strategis diambil pada tahun 1910 untuk mengubah status administratif wilayah tersebut menjadi sebuah kerajaan yang berdaulat penuh.

Kerangka tata kelola pemerintahan kemudian diperkuat melalui pengesahan konstitusi pada tahun 1905 yang memberikan pengakuan terhadap hak-hak sipil dasar masyarakat. Walaupun demikian, sistem politik yang berjalan tetap sangat terpusat di tangan raja dengan pengaruh parlemen yang sangat terbatas. Masyarakat Montenegro pada masa itu sebagian besar hidup secara agraris, tradisional, serta dipengaruhi kuat oleh adat istiadat suku dan gereja.

Keterlibatan militer dalam Perang Balkan pertama dan kedua menjadi momen penting yang membentuk arah kebijakan luar negeri kerajaan. Montenegro bersekutu erat dengan Kerajaan Serbia guna mencapai ambisi teritorial di wilayah Rumelia dan kawasan sekitarnya. Meskipun berhasil memperoleh beberapa tambahan wilayah, tekanan dari kekuatan-kekuatan besar Eropa memaksa mereka melepaskan kota penting seperti Shkodër kepada Albania.

Fondasi nilai-nilai kebangsaan pada masa itu sangat lekat dengan identitas budaya Slavia Selatan dan tradisi Ortodoks Serbia yang dominan. Kedekatan historis dan budaya inilah yang kemudian menjadi landasan kuat bagi sentimen pro-unifikasi yang berkembang di kalangan sebagian besar elit politik dan masyarakat setempat menjelang akhir Perang Dunia I.

Perkembangan dan Kejatuhan Kerajaan

Kontribusi utama Kerajaan Montenegro dalam percaturan politik internasional terlihat jelas melalui perannya sebagai sekutu setia blok Entente Tiga selama Perang Dunia I. Negara kecil ini mengerahkan seluruh potensi militernya demi mendukung pertahanan regional meskipun harus menghadapi kekuatan militer Kekaisaran Austria-Hongaria yang jauh lebih besar.

Pendudukan militer oleh Austria-Hongaria sejak Januari 1916 mengubah drastis lanskap politik dan memaksa Raja Nikola I bersama jajaran pemerintahannya melarikan diri ke luar negeri. Pemerintah dalam pengasingan terus berupaya mempertahankan eksistensi diplomatik mereka di tengah gelombang perubahan geopolitik yang sedang melanda daratan Eropa.

Titik balik krusial terjadi pada akhir tahun 1918 ketika Majelis Podgorica mengeluarkan resolusi kontroversial yang secara sepihak mencopot takhta Raja Nikola I dan menyatukan Montenegro dengan Serbia. Keputusan yang diambil tanpa referendum rakyat tersebut memicu perpecahan mendalam di tengah masyarakat serta melahirkan pemberontakan loyalis berdarah pada tahun 1919.

Meskipun perlawanan sempat berkobar menentang aneksasi tersebut, arus sejarah politik tidak dapat dibendung dan Montenegro resmi menjadi bagian dari Yugoslavia. Warisan dari Kerajaan Montenegro tetap dikenang sebagai babak krusial dalam evolusi identitas nasional bangsa tersebut sebelum akhirnya kembali merdeka puluhan tahun kemudian.

Topics
sejarah montenegro monarki eropa perang dunia i
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.